Hal setidaknya seperti dikatakan Agus, lelaki yang sehari-harinya bertugas sebagai sopir mobil angkutan pemain. Dia mengaku selama menjalankan tugasnya dalam 2 bulan terakhir, seringkali mendengar keluhan pemain yang belum menerima gaji.
"Saya tahunya ya dari keluhan pemain. Biasanya dalam mobil mereka selalu menggerutu, gajinya belum dibayarkan oleh manajemen," kata Agus saat berbincang santai dengan detiksport di Stadion Brawijaya, Selasa (12/8/2008).
Agus menambahkan, gara-gara gaji yang belum terbayar itulah, tak sedikit dari pemain yang diantarkannya mengaku kurang bersemangat dalam bermain. "Efeknya ya saat tanding kemarin di Solo, mereka ngaku agak males main," ujarnya santai.
Pengakuan serupa terkait belum terbayarnya gaji, juga dikatakan sejumlah pemain. Namun sayang, mereka hanya berkenan bicara off the record, tanpa mau dituliskan dalam berita.
Bahkan dalam pembicaraan itu pula, para pemain yang tinggal di asrama juga mengeluhkan mulai tidak adanya persediaan jatah makan.
Secara terpisah, Pelatih Persik Arcan Iurie Anatolievici justru menolak ketika diminta penjelasannya terkait keterlambatan gaji kepada pemain. Arcan justru marah-marah mempersilahkan wartawan bertanya kepada manajemen terkait adanya kabar gaji pemain yang belum terbayarkan.
"Kalau soal itu tanya saja pada manajer, jangan ke aku," kata Arcan singkat dengan nada emosi.
Performa Persik Kediri dalam 3 pertandingan ISL 2008 bisa dikatakan sangat buruk. Dengan materi pemain bintang, dan digadang-gadang sebagai kandidat juara, Persik hanya memperoleh 2 poin dalam 1 partai kandang dan 2 tandangnya.
Hal tersebut berakibat pada posisi mereka di klasemen sementara ISL 2008, yang tercecer di papan tengah, dengan torehan 8 poin hasil dari 6 kali bertanding. (bdh/bdh)











































