Tinggi genangan air bercampur lumpur mencapai mata kaki itu meluber di bahu jalan sepanjang 25 meter. Semburan yang muncul di Desa Jatirejo RT I/RW 2 itu mengandung Hydrokarbon 12% dengan jarak setengah 0,5 meter sedangkan kandungan H2S-nya kosong dengan kekuatan LEL.
Menurut Syafii (51) warga Siring, semburan tersebut muncul pada hari minggu (10/8/2008) pada pukul 14.20 WIB. Semburan tersebut muncul sangat kecil, warga menganggap hal tersebut dengan biasa.
Namun pada dini hari tadi, Senin (11/8/2008) pada pukul 02.00 WIB semburan tersebut semakin membesar dengan ketinggian 60 cm dengan diameter 0,5 meter. "Tambah membesar dini hari tadi dan mengenangi jalan. Yang keluar lumpur dan air," ujarnya kepada detiksurabaya.com.
Saat ini petugas BPLS berusaha untuk mengatasi semburan tersebut agar tidak tambah membesar dengan memasang pipa yang kemudian dialirkan ke saluran air di kawasan tersebut.
Sementara itu arus lalu lintas saat ini sedikit merambat. Karena banyak kendaraan dari arah Malang memperlambat laju kendaraannya. Polisi lalu lintas dari Polres Sidoarjo nampak bersiaga mengatasi kemacetan di jalan penghubung
Surabaya dengan kota lain di timur Jawa Timur. (wln/gik)










































