"Lokasi gardu kebanyakan ada di lingkungan padat penduduk, makanya kami mengajak masyarakat bekerja sama. Hadiah menarik sudah kami siapkan, untuk siapa saja yang bisa menangkap pelaku pencurian kabel ground itu," kata Manajer UPJ Kediri Kota, Cipto Basuki saat ditemui detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Basuki Rahmat, Minggu (10/8/2008).
Sayang, ketika saat ditanya nominal hadiah yang telah disediakan, Cipto enggan menyebutkan. "Masyarakat tidak perlu khawatir, hadiah yang jelas telah kami siapkan. Termasuk keamanannya juga akan kami jamin," ujarnya.
Dalam satu minggu terakhir, terjadi 4 kali aksi pencurian yakni di Kecamatan Gurah, Kecamatan Papar, Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri dan Gardu Induk Bandr Lor, Kota Kediri.
Cipto menyebutkan, meski kerugian material pencurian kabel ground tidak besar, namun aksi nekat ini justru merugikan secara inmaterial yang sangat besar dirasakan.
"Kami berhadapan langsung dengan masyarakat, jika kabel itu dicuri tegangan akan tidak stabil dan ujung-ujungnya kinerja kami dinilai tak becus," jelas Cipto.
Menurutnya, di setiap kotak gardu pasti terdapat kabel griund yang berdiameter 2 cm dan panjang berkisar antara 75-100 CM. Bila kabel tersebut dicuri, maka akan terjadi korsleting arus listrik, antara kabel positif dan negatif.
"Itulah yang mengakibatkan tegangan tak stabil, hingga membuat alat elektronik warga rusak. Kabel tersebut sangat penting fungsinya, bukan hanya bagi PLN, tapi juga kenyamanan masyarakat dalam menikmati layanan listrik," ujar Cipto. (fat/fat)










































