Sudarningrum (48), ibu kandung korban mengatakan anaknya terlihat terakhir pada 22 Juli lalu. Saat itu Farida berangkat ke sekolah dengan keponakannya, Eni Utami (17). Namun saat pulang sekitar pukul 11.30 WIB, Farida menolak ajakan pulang keponakannya.
"Sebelumnya Farida cerita ke Eni kalau dirinya mengaku akan dijemput seorang lelaki. Tetapi dia tak mau menyebutkan namanya dan menyuruh Eni untuk pulang lebih dulu," ujar Sudarningrum kepada detiksurabaya.com di rumahnya di Dusun Gejek, Desa Sumberejo Kecamatan Grogol, Kediri.
Sudarningrum menambahkan bahwa anaknya sebelumnya sudah menujukkan gelagat mencurigakan seminggu sebelum hilang. "Dia pernah cerita kenal dengan seorang cowok lewat radio. Sejak saat itu dia sering menerima SMS dan telepon, tetapi sembunyi-sembunyi," tutur Sudarningrum.
Sejak dilaporkan hilang, Sudarningrum sudah menempuh beberapa langkah pencarian. Diantaranya dengan mendatangi sekolah. Namun hasilnya nihil. Pihak sekolah sendiri mencatat bahwa korban tercatat tidak pernah masuk sekolah tanpa alasan.
Karena itulah Sudarningrum hari ini melaporkan anaknya yang hilang itu ke Polsek Mojoroto Kota Kediri. "Saya sebelumnya lapor ke Polsek Grogol namun diarahkan ke Polsek Mojoroto karena hilangnya di Mojoroto," tukas Sudarningrum.
Sudarningrum berharap seandainya Farida masih ada, agar secepatnya menghubungi keluarga. Ibu Farida pun pernah ke seorang kyai. Kata Kyai itu Farida masih hidup dan sedang bermain tetapi belum bisa menujukkan Farida ada dimana.
(fat/fat)










































