Ruas jalan rusak yang menghubungkan antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar mencapai 4 Km. Kerusakan paling parah sekitar 200 meter dari perbatasan kedua wilayah dengan panjang mencapai 500 meter, dengan keseluruhan ditanami pohon pisang.
Sumini (55), salah satu warga di Desa Bedali mengatakan, keputusan menanam pohon pisang pada bagian jalan yang rusak merupakan kesepakatan warga. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes, atas tidak adanya upaya perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Kediri.
"Biar mereka membuka mata, kami ini sudah kesal. Jalan rusak berat kok tak kunjung diperbaiki," katanya saat ditemui detiksurabaya.com di depan rumahnya, Sabtu (9/8/2008).
Sumini yang tepat didepan rumahnya terdapat lubang menganga berukuran diameter 2 meter dan kedalaman sekitar 35 cm tersebut menambahkan, selama ini hanya janji-janji yang diberikan oleh pemerintah untuk secepatnya melakukan perbaikan.
"Kalau diukur sudah tak terhitung lagi. Tapi ya cuman diukur, tanpa ada kelanjutan ada perbaikan," imbuhnya.
Bahkan karena kondisi jalan yang rusak berat tersebut, kecelakaan lalu lintas juga tak terhitung bisa terjadi dalam dua tahun terakhir.
Warga mengancam, apabila setelah dilakukan penanaman pohon pisang tetap tak kunjung ada perhatian dari pemerintah, warga akan kembali menanami pohon pisang di jalan yang lebih panjang. (bdh/bdh)










































