Bahkan, perahu yang ditambat dibibir pantai sebagian putus talinya, sehingga membuat para nelayan harus mencari. Ombak setinggi 3-4 meter menghantam perahu nelayan sejak Jumat dini hari (8/8/2008). Ketinggian ombak yang disertai angin kencang ini terus terjadi hingga Jumat Sore.
Para nelayan yang rumahnya dekat dengan bibir pantai merasa was-was dan ketakutan. Sebab di wilayah Sapeken, Masalembu dan sejumlah pulau kecil di Kangean seringkali terjadi gelombang pasang yang merusak rumah warga.
Pantauan detiksurabaya.com, perahu nelayan yang rusak di Kecamatan Sapeken mencapai 250 buah. Di Kepulauan Masalembu sebanyak 105 sedangkan di Kepulauan Kangean masih dalam pendataan yang dilakukan aparat dan tokoh masyarakat setempat.
Salah seorang warga Desa/Kecamatan Sapeken, Nur Aini (41) mengatakan, ombak yang tergolong ekstrim kali ini cukup menggganggu dan mengkhawatirkan warga pulau. Sebab saat musim angin timur seringkali merusak perahu. Bahkan tak jarang ada perahu yang hilang.
"Angin kencang dan ombak yang mencapai 3-4 meter hari ini, merusak ratusan perahu nelayan. Setiap perahu mengalami kerugian antara Rp 300 ribu-Rp 1,5 juta," kata Nur Aini dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (8/8/2008).
Sementara Kapolsek Sapeken, Kabupaten Sumenep Iptu Moh Imron mengatakan masyarakat nelayan Desa/Kecamatan Sapeken masih cemas dengan ombak yang tergolong ekstrim. Sebab, sejak dini hari banyak perahu yang rusak dan ada yang lepas dari talinya.
"Saat ini, para nelayan sedang mengungsikan perahunya pada tempat yang dinilai aman. Karena, perhitungan nelayan ombak yang tergolong besar ini akan terjadi lagi," kata Imron saat dihubungi. (fat/fat)










































