Meski tidak terjadi bentrok fisik antara pengurus DPC dan PAC, namun tak ayal kantor seketrariat DPC dijadikan sasaran kekesalan beberapa kader PAC yang merasa tidak puas atas penyusunan daftar caleg. Selain menghardik karyawan secretariat DPC, para ketua PAC itu juga menyegel pintu kantor tersebut.
Mereka juga menempel seluruh ruang depan kantor DPC PDIP dengan puluhan poster
bernada protes. Emosi kader militan partai berlambang banteng gemuk itu kian memuncak saat mengetahui tak ada satupun pengurus DPC yang menemuinya.
"Apa yang dilakukan oleh DPC terkait penyusunan daftar caleg tidak sah. Karena semua melanggar aturan, yakni tidak sesuai dengan SK DPP PDI P nomor 210," sergah Jainur Ridho, Ketua PAC PDIP Kecamatan Panji, kepada detiksurabaya.com, saat ngluruk ke kantor DPC.
Dibeberkannya, proses penyusunan caleg oleh DPC PDI Perjuangan berlangsung tertutup dan tidak procedural. Terdapat beberapa pengurus DPC yang menyerobot urutan kursi yang semestinya menjadi jatah fungsionaris PAC-PAC.
Selain itu, kata anggota FPDIP DPRD ini, tim verifikasi yang dibentuk DPC tidak melaksanakan penilaian secara obyektif. "Seharusnya tim verifikasi melakukan penilaian sesuai dengan criteria yang ditentukan DPP, namun nyatanya pencalegan disusun berdasarkan KKN dan didominasi orang-orang DPC," ketus Jainur. (bdh/bdh)











































