Korban yang ditemukan tewas atas nama Sukawati (9) anak dari Misrawan (37) yang juga hilang. Keduanya, warga Dusun Saebus Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep.
Korban ditemukan nelayan yang dikerahkan polsek setempat dari 200 meter tempat kejadian perkara (TKP). Mayat korban baru berhasil dievakuasi ke bibir pantai pukul 15.45 WIB dan langsung diserahkan kepada keluarganya di Pulau/Dusun Saebus Desa/Kecamatan Sapeken.
Kapolsek Sapeken Iptu Moh Imron mengatakan, saat ditemukan korban dalam kondisi mengapung dengan kondisi tengkurap. "Kondisinya masih utuh, namun sudah membengkak," ujar Imron dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (6/8/2008).
Sedangkan tim penyisir yang melakukan pencarian di wilayah Perairan Pegerungan dan Pulau Sepanjang tidak menemukan tanda-tanda ditemukannya korban. Rombongan yang dari unsur kepolisian dan personel Koramil ini sudah dalam perjalanan pulang, karena cuaca tidak bersahabat dan takut kemalaman di tengah laut.
"Jadi, untuk pencarian hari ini dihentikan dulu, sambil menunggu informasi dari warga nelayan di sekitar TKP dan pesisir Pulau Sapeken," katanya.
Sementara di Pulau Paliat atau perjalanan 1 jam jika memakai perahu nelayan dari TKP, nelayan menemukan kain atau baju anak-anak yang merupakan dagangan milik korban hilang, Syukur (50) sebanyak 25 potong. Rencananya, pakaian itu akan dijual di tempat pemilihan kepala desa (Pilkades) Sapeken yang bersamaan dengan peristiwa tenggelamnya PM Joko Kodok yang berpenumpang 21 orang, Senin (4/8/2008) lalu.
Kain yang ditemukan warga nelayan itu sudah dilaporkan pada petugas dan langsung diserahkan ke pihak keluarganya. "Kain yang ditemukan itu memang dibenarkan oleh keluarganya jika milik korban hilang," katanya.
Dengan ditemukannya seorang korban hilang maka masih ada 3 korban lain yang belum ditemukan yakni Abd Rais (43), Syukur (50) dan Misrawan (37), semuanya warga Dusun Saebus Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep.
Sementara, Satlak satuan pelaksana penanggulangan bencana dan pengungsi (Satlak PBP) Moch Dahlan berkeinginan untuk membentuk SAR. Sebab, Sumenep yang mempunyai 125 pulau seringkali terjadi laka laut dan kesulitan disaat melakukan pencarian.
"SAR sebenarnya sangat dibutuhkan dan harus sudah dirints mulai sekarang, sambil menunggu alokasi dana," kata Dahlan pada wartawan di kantornya, Jalan dr Cipto, Sumenep.
Untuk itu, ia yang juga wakil Bupati Sumenep ini mengaku akan mengkomunikasikan dengan pihak-pihak terkait agar ke depan SAR dapat terbentuk, minimal di tingkat kabupaten. (fat/fat)











































