"Tim berhasil temukan penerima BLT banyak yang mampu. Bahkan ada penerima penggantinya malah atas nama kepala dusun dan perangkatnya," ungkap Heny Setyo Nusanto, Ketua Tim Penyaluran BLT kantor Pos di kantornya, Rabu (6/8/2008).
Menurut Heny, kesalahan pengganti penerima BLT yang masuk PSE 2005, bagi penerima BLT yang meninggal dan pindah tempat tinggalnya bisa diganti. Namun yang terjadi di lapangan, banyak kartu BLT yang menerima ahli waris ternyata kehidupan anaknya sudah mampu.
"Bahkan ada penerima yang pindah diganti keluarga dari perangkat desa," kata Heny.
Menurut kepala Kantor Pos Lumajang Drs Iskandar bahwa penyaluran BLT tahap kedua direncanakan bulan Agustus ini oleh Pemkab Lumajang terpaksa ditunda. Sebab masih banyak verifikasi ulang penerima baru dana BLT tahap kedua.
"Jadi warga yang sudah terdata pada tahap pertama tidak menerima dana BLT. Dan pembagian tahap kedua akan menerima penuh sebanyak 700 ribu," ungkap Iskandar.
Dari 85.285 penerima BLT yang mengacu PSE 2005, Pada pemabgian Tahap pertama hanya 71.862 yang berhak menerima. "14 ribu lebih kartu BLT tahap pertama terpaksa kami harus blokir," kata Iskandar.
Iskandar menjelaskan, penyaluran dana BLT tahap kedua oleh Kantor Pos akan dilaksanakan pada Bulan September bertepatan bulan puasa. "Kami sudah koordinasi dengan Pemkab Lumajang," kata pria berkacamata itu. (fat/fat)










































