Pencarian 4 Korban Joko Kodok Dihadang Ombak 4 Meter

Pencarian 4 Korban Joko Kodok Dihadang Ombak 4 Meter

- detikNews
Selasa, 05 Agu 2008 12:45 WIB
Sumenep - Pencarian terhadap 4 penumpang Perahu Motor (PM) Joko Kodok yang ditelan ombak di perairan Dusun Saebus, Sapeken, Sumenep, Madura terkendala cuaca. Petugas kepolisian bersama nelayan yang melakukan pencarian, dihadang ombak setinggi 4 meter dan nyaris menelan korban.

Kapolsek Sapeken Iptu Moh Imron mengatakan, pencarian terhadap 4 penumpang Joko Kodok pada hari kedua ini belum menghasilkan apa-apa. Petugas yang melakukan pencarian dengan memakai perahu nelayan setempat itu belum menemukan tanda-tanda ditemukannya korban hilang.

"Pencarian korban pada hari kedua terkendala ombak dan angin kencang," ujar Iptu Moh Imron ketika dihubungi wartawan, Selasa (5/8/2008).

Pencarian yang dilakukan sejak pukul 07.00 hingga pukul 11.45 WIB ini, petugas yang dibantu masyarakat sudah melakukan penyisiran di daerah Pulau Paliat dan di sekitar tempat kejadian yakni, perairan Dusun Saebus Desa/Kecamatan Sapeken yang seringkali disebut Pulau Bangkau.

Meski ketinggian ombak membahayakan pencarian, namun petugas dan warga tetap
melakukan pencarian di wilayah bibir pantai serta mengkomunikasikan ke nelayan kepulauan Sapeken. Sebab, tidak menutup kemungkinan, korban terdampar hingga keluar wilayah Sapeken.

Sementara, warga Desa/Sapeken, Syuaib dihubungi detiksurabaya.com mengatakan, korban PM Joko Kodok yang selamat masih dirawat di Puskesmas Sapeken. "Di puskesmas masih banyak yang dirawat, Mas. Termasuk yang kritis 3 orang," ujar Syuaib, salah satu warga.

Peristiwa kecelakaan laut yang menelan seorang penumpang tewas itu terjadi saat mereka akan mengikuti pemilihan kepala desa (pilkades) setempat, Senin (4/8/2008) kemarin.

Namun di tengah perjalanan PM Joko Kodok yang berpenumpang 21 orang dan dinahkodai Mardano (42) warga setempat dihantam ombak setinggi 2 mete hingga mesin perahu mati dan tenggelam.

Dalam peristiwa tersebut 4 orang dinyatakan hilang, yakni Abd Rais (43), Syukur (50), Misrawan (37),  dan Sukawati (9) anak dari Misrawan, semuanya warga Dusun Saebus Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait