4 Penumpang Perahu Joko Kodok Hilang Ditelan Ombak

4 Penumpang Perahu Joko Kodok Hilang Ditelan Ombak

- detikNews
Senin, 04 Agu 2008 13:15 WIB
Sumenep - 4 Penumpang Perahu Motor (PM) Joko Kodok yang tenggelam di perairan Saebus Desa/Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura dinyatakan hilang. Hingga siang ini, pencarian terhadap para korban masih terus dilakukan.

Mereka yang hilang yakni Abdul Rais (43), Syukur (50), Misrawan (37),  dan Sukawati (9) anak dari Misrawan. Keempat korban adalah warga Dusun Saebus Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep. Sedangkan yang dinyatakan kritis terdapat 3 orang.

Satkoorlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Sumenep, Moch Dahlan mengakui jika PM Joko Kodok milik Mandamar (42) warga Desa Saebus Desa/Kecamatan Sapeken tenggelam. Bahkan satu penumpang ditemukan tewas bernama Sariyatin (25).

"Laporan sementara tentang tenggelamnya PM Joko Kodok sudah masuk ke satkoorlak PBP," tegas Moch Dahlan dihubungi wartawan, Senin (4/8/2008).

Dahlan yang juga wakil Bupati Sumenep ini, mengaku akan memberi santunan bagi
penumpang PM Joko Kodok yang tewas dan bagi mereka yang menjalani perawatan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Sapeken.

"Bantuan pada warga yang meninggal tentunya ada, tapi saya masih menunggu laporan lebih lengkap," janjinya.

Sementara, Kasi P2PL Dinkes Kabupaten Sumenep, dr Syamsu Hadi Widjaja mengatakan, laporan yang diterima dari petugas medis, masih ada 3 penumpang PM Joko Kodok yang mendapat perawatan intensif.

"Ada 3 penumpang yang masih kritis, tapi namanya saya belum tahu," kata Syamsu pada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan dr Soetomo, Sumenep, Senin (4/8/2008).

Penumpang PM Joko Kodok yang menalami naas ini rencananya akan mengikuti pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) Sapeken. Namun ditengah perjalanan, mesin mati lalu oleng. Gelombang besar yang mencapai 2 meter menghantam PM Joko Kodok hingga terbalik dan tenggelam. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini