Menurut Presiden JFC Dynand Fariz, ada 9 defile yang akan menyemarakkan fashion tahunan yang menggunakan jalan raya sebagai catwalk-nya tersebut. Diantaranya, defile Archipelago Papua, Barricade, Off Earth, Gate-11, Roots, Metamorphic, Undersea dan Robotic.
"Delapan defile dan tambahan defile Marching band. Ini merupakan opening defile yang baru pertama kali ini kita tampilkan," kata Fariz kepada wartawan, Minggu (3/8/2008).
Semua defile tersebut akan ditunjukkan dengan kostum hasil kreasi bebas dari para peserta yang terdiri pelajar, mahasiswa dan umum itu. "Yang pasti kostum yang dipakai peserta merupakan hasil karya peserta sendiri. Mereka bebas mengeksplore imajinasi dan kemampuan mereka dalam mendesain mode," tegas Fariz.
JFC merupakan pagelaran fashion yang digelar setiap tahun di awal bulan Agustus di Kota Jember. Seiring berjalan waktu, perserta JFC juga turut meramaikan festival dan karnafal tingkat dunia. Dalam setiap pagelarannya, ditentukan tema besar yang kemudian direalisasikan dalam beberapa sub tema atau defile.
Di setiap defile, para peserta bebas menggunakan kostum yang mereka desain asalkan sesuai dengan sub tema. Setiap ajang JFC, sedikitnya 100 ribu penonton tumplek blek memadati sepanjang jalan protokol Jember, mulai dari kantor Pemkab Jember hingga GOR Kaliwates Jember yang berjarak 3,6 kilometer.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, ajang JFC selalu menjadi bidikan puluhan fotografer baik lokal, nasional maupun internasional. Beberapa komunitas juga nampak hadir seperti Solo Batik Carnival dan Gading Carnival. Beberapa turis asing juga dengan antusias menyaksikan para model dan desainer JFC beraksi. (bdh/bdh)










































