Hindari Sanksi Komdis, Panpel Persik Kerahkan Steward

Hindari Sanksi Komdis, Panpel Persik Kerahkan Steward

- detikNews
Minggu, 03 Agu 2008 00:58 WIB
Kediri - Untuk terhindari dari kemungkinan mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI, peningkatan pengamanan dilakukan Panpel Pertandingan Persik Kediri. Stadion Brawijaya mulai dijaga steward atau pengawas suporter.

Keberadaan steward mulai tampak dalam pertandingan antara Persik melawan Pelita Jaya. Barisan steward tampak menyolok dengan mengenakan rompi berwarna hijau di tengah-tengah suporter, dan sentelban Stadion Brawijaya.

"Ini merupakan langkah yang kami ambil, setelah dalam pertandingan kandang melawan PSIS kemarin mendapatkan teguran keras dari Komdis," kata Ketua Panpel Persik, Rachno Irianto dalam jumpa pers seusai pertandingan, Sabtu (2/8/2008).

Dijelaskan oleh Racno, steward yang ditugaskan untuk mengawasi tingkah polah suporter merupakan tenaga sukarela yang juga diambil dari kelompok pendukung "Macan Putih" sendiri.

"Kami bersyukur, ternyata Persikmania juga peduli dengan teguran keras dari Komdis kemarin. Mulai hari ini dan seterusnya, beberapa di antara mereka dengan sukarela menjadi steward," jelas Rachno.

Dengan adanya steward dalam setiap pertandingan kandang, diharapkan tingkah polah suporter dapat terkontrol, sehingga dapat meminimalisir kemungkinan Persik mendapat sanksi dari Komdis.

"Intinya diterjunkannya steward diharapkan dapat menghindarkan kami dari sanksi. Mereka akan mengawasi dan memperingatkan suporter apabila dalam dukungannya dirasakan berlebihan," kata Rachno.

Dari pantauan detiksport, keberadaan steward di Stadion Brawijaya tak jauh berbeda dengan keberadaan pasukan sukarela pengamanan suporter di laga kandang Persis Solo yang berasal dari laskar pasopati. Selama pertandingan, mereka diwajibkan tidak menghadap ke lapangan, melainkan menghadap ke barisan suporter.

Dalam laga kandang malawan Pelita Jaya hari ini, keberadaan steward terbukti ampuh menekan ketidak sopanan suporter Persikmania. Nyanyian-nyanyain berbau rasis dan hinaan terhadap tim lawan dan perangkat pertandingan sangat jarang terdengar. (a2s/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait