"Macan Putih" Tertahan di Kandang Sendiri

"Macan Putih" Tertahan di Kandang Sendiri

- detikNews
Minggu, 03 Agu 2008 00:47 WIB
 Macan Putih Tertahan di Kandang Sendiri
Kediri - Langkah Persik Kediri dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2008 tertahan di pekan ketiga. Di kandang sendiri, Stadion Brawijaya, Kediri, tim berjulukan "Macan Putih" itu ditahan 1-1 oleh tamunya Pelita Jaya.

Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan ditiupkan wasit Alil Rinenggo, Sabtu (2/8/2008), baik Persik maupun Pelita sebenarnya sama-sama melakukan serangan silih berganti. Namun sayang, buruknya penyelesaian akhir membuat hasil imbang menyudahi babak pertama.

Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan perubahan dengan memasukkan beberapa pemain baru. Pelita mencoba menguatkan barisan tengahnya dengan menarik Muhammad Ridwan dan menukarnya dengan Jalaludin Main. Di pihak Persik, Harianto menggantikan M. Robby yang cedera.

Dengan adanya beberapa perubahan tersebut, permainan kedua tim semakin hidup yang ditandai dengan banyaknya peluang gol yang tercipta.

Persik tertinggal terlebih dahulu pada menit 72, setelah Erol FX Iba yang tak terkawal di barisan kanan pertahanan lawan, dengan leluasa mengirimkan umpan lambung terukur. Umpan tersebut disambar oleh Jalaludin Main yang dengan sontekan ringannya berhasil merobek jala Markus Horison.

Tertinggal satu gol Persik mencoba menambah daya serangnya dengan memasukkan Saktiawan Sinaga. Hasilnya, pada menit ke 75 mantan pemain PSMS Medan tersebut dapat memecah kebuntuan gol Persik dengan menciptakan gol penyeimbang.

Gol Saktiawan tercipta dengan indah. Memanfaatkan umpan lambung Wawan Widiantoro, ia menyundul bola sambil membelakangi penjaga gawang Dian Agus Prasetyo. Aksinya itu sekaligus mengecoh kiper lawan tersebut.

Meski di sisa pertandingan babak kedua masing-masing tim sama melakukan serangan dan sejumlah peluang, namun hasil imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang tanda berbunyi.

"Saya tidak akan memarahi pemain karena mereka sudah bermain maksimal. Meski ada yang tidak dapat memerankan tugasnya, ini hasil terbaik," kata Pelatih Persik Arcan Iurie  Anatolievici kepada wartawan seusai pertandingan.

"Saya sependapat dengan coach Arcan. Ini bola sepak yang cantik, dan ini juga hasil terbaik," kata arsitek Pelita, Fandi Ahmad.     (a2s/bdh)
Berita Terkait