Hasil ini tentu mengecewakan buat kubu tuan rumah karena pekan lalu pun, saat pertama kalinya bermain di depan suporternya sendiri di musim ini, ditekuk Pelita Jaya 0-2.
Arema sebenarnya sempat menggetarkan gawang PSIS yang dikawal Agus Murod, tapi wasit M. Syafi'i menganulir gol yang dicetak Emanuele Serge di menit ke-17.
Selain gagal memproduksi gol, Arema juga kehilangan seorang pemainnya dan harus bermain dengan 10 orang sejak menit 57. Emile Mbamba diganjar kartu merah setelah menerima dua kartu kuning. Ia diusir dari lapangan setelah menekel keras bek PSIS, Edson.
"Tidak ada pelanggaran yang sampai menimbulkan cedera," ujar asisten pelatih Arema, Joko Susilo, seusai pertandingan, menanggapi kartu merah yang diterima Mbamba.
Kegagalan meraih poin penuh di kandang sendiri dua kali berturut-turut mulai membuat suporter mulai merasa gerah. Ratusan Aremania mencemooh Banur -- panggilan buat Bambang -- di depan bus saat hendak meninggalkan stadion.
"Pecat Bambang. Kerjanya tidak becus," demikian kalimat yang sering dilontarkan sebagai ekspresi kekecewaan tersebut.
"Lebih baik Banur diganti saja karena sudah buat malu," tutur Rouf, Aremania asal Kepanjen pada detiksurabaya.com di luar stadion.
Menanggapi reaksi tersebut Joko menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah. "Kami rasa Aremania dapat mengerti dan memahami," tegas Joko Susilo. (bdh/bdh)











































