Perolehan suara pasangan Soekarwo-Syaifullah (KarSa) yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD) ini hanya meraup 169.945 suara atau 33,56 %. Sedangkan suara golput mencapai 317.906 atau 37,8 3%.
Perolehan suara diurutan kedua diraup oleh pasangan Khofifah Indar
Parawansa-Mudjiono (Ka-Ji) yakni 142.86 atau 28,12 % suara. Pasangan SR berada
diurutan ketiga yakni memperoleh 85.808 suara atau 16,94 %.
Berikutnya, Achsan mendapat 68.609 suara atau 13,55 % dan SALAM hanya mendapatkan 39.545 suara atau 7,8 % dari jumlah total 506.293 suara sah. Adapun jumlah pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) yakni 840.350 orang.
Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumenep, Toha Samadi, tingginya angka ketidak hadiran pemilih (golput) tersebut salah satu faktornya adalah kesibukan masyarakat pada pekerjaannya terutama petani tembaku.
Disisi lain, masyarakat merasa jenuh dengan pemilihan langsung yang sering dilakukan. Sebab, selain Pilgub, Pilkada juga memilihan pilkades seringkali hampir bersamaan dengan pemilihan langsung lainnya.
"Jadi, tingginya angka golput ini bukan karena lemahnya sosialisasi Pilgub melainkan faktor lain yang berkaitan dengan kesibukan masyarakat sendiri," kata Toha di kantornya, Jalan Asta Tinggi, Kebunagung, Kabupaten Sumenep, Kamis (31/7/2008).
Ia mengatakan, bila Pilgub Jatim harus dilakukan dua kali putaran, maka sosialisasi pada masyarakat tetap akan dilakukan secara optimal agar angka golput tersebut dapat diminimalisir. (bdh/bdh)










































