Pantauan detiksurabaya.com, antrean panjang di sejumlah SPBU bisa mencapai 200 meter. Hal ini tergantung banyaknya pompa yang terdapat di masing-masing SPBU.
"Ini sudah terjadi seminggu terakhir Mas," kata Ferry (22), salah satu petugas SPBU
di Desa Sukorejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, saat ditemui
detiksurabaya.com di tempatnya bekerja, Rabu (30/7/2008).
Ferry menambahkan, antrean panjang ini terjadi setelah terjadi keterlambatan dalam
pemasokan. "Biasanya sehari bisa dua kali dikirim, tapi sekarang terkadang dua hari
sekali dikirim," katanya.
Hal serupa dikatakan oleh Mujiono (34), salah satu petugas SPBU di Jalan Brigjend.Pol.Imam Bahri, Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Dia mengaku di tempatnya bekerja, bahkan selalu mengalami pemasokan BBM sejak 2 minggu terakhir.
Selain mengaku terjadi keterlambatan pasokan BBM, Mujiono juga mengaku terjadinya antrean BBM di tempatnya bekerja karena dilakukannya pengurangan stok.
"Siang sedikit saja sekarang kami selalu kehabisan. Katanya sekarang ngambilnya
jauh, jadi pasokannya dikurangi," kata Mujiono.
Terjadinya keterlambatan pemasokan BBM dibenarkan oleh Kepala Depo Pertamina V
Kediri, Robinson Wijaya Situmorang. Menurutnya, hal ini mungkin terjadi sementara, selama masa penyesuaian dilakukannya pengalihan lokasi pemasokan BBM.
"Mungkin hanya kaget saja, lokasi pengambilan BBM sekarang agak jauh," kata Robinson saat ditemui detiksurabaya.com di kantornya.
Dia menambahkan, dilakukannya pengalihan lokasi pemasokan BBM dari sebelumnya di
Depo Kediri ke Depo Madiun dan Surabaya, sebagai langkah persiapan dilakukannya
konversi minyak tanah ke elpiji di Kediri.
"Ke depan depo ini tak lagi melayani pemasokan BBM lagi. Yang ada nantinya hanya elpiji, dan depo ini akan berubah menjadi SPBE," imbuh Robinson.
Dikatakannya pelaksanaan pengalihan pemasokan BBM akan dimulai tanggal 1 Agustus mendatang, dengan di mulai dengan pengalihan pemasokan BBM jenis minyak tanah. Sedangkan untuk bensin dan solar akan dilakukan bersamaan, namun tidak langsung dihentikan.
"Minyak tanah yang mulai besok tidak ada lagi di depo ini. Untuk bensin dan solar akan berangsur-angsur di alihkan," jelas Robinson. (gik/gik)











































