Calon yang identik dengan simbol kumis atau brengos tersebut berhasil mengantongi 117.828 suara dari total suara sah sebanyak 276.263.
Berada di urutan kedua, Pasangan Soenarjo-Ali Maschan Moesa dengan perolehan suara
74.375, sedangkan calon yang diusung PDI Perjuangan Sucipto-Ridwan Hisjam menempati peringkat ketiga dengan total suara 38.141. Disusul pasangan calon Ka-Ji dan Achsan yang menempati urutan keempat dan kelima masing-masing dengan 33.629 dan 12.967 suara.
Ketua Kelompok Kerja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU Pacitan Mohammad
Widiyanto menyatakan hasil tersebut sudah bersifat final sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
"Dengan selesainya penghitungan manual KPU Pacitan tinggal menunggu surat edaran
dari KPU Provinsi untuk penyerahan berita acara," ujarnya kepada detiksurabaya.com
usai rapat pleno penghitungan suara di Balai Kelurahan Pacitan, Jl. Veteran Selasa
(29/7/2008).
Widianto mengakui angka kehadiran pemilih ke TPS dalam pilkada gubernur dan wakil
gubernur relatif lebih rendah dibanding pemilihan bupati (pilbub), yakni 65 persen dari
Daftar Pemilih Tetap 441.003 orang. Padahal dalam pilbub, angkanya mencapai 80 persen.
Penyebabnya diduga karena banyak calon pemilih yang saat pencoblosan masih merantau di luar Jawa. Penyebab lainnya karena jarak TPS dengan tempat tinggal pemilih cukup jauh. Ini sebagai akibat ketentuan jumlah maksimal pemilih 600 orang per TPS.
"Ada salah satu daerah yang jarak TPS-nya mencapai 3 kilometer dengan rumah warga.
Ini kan memberatkan pemilih tua," tandas Widianto.
Meski begitu, mantan wartawan salah satu media cetak itu menolak jika pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim 23 Juli lalu itu dinilai kurang berhasil. Alasannya, selama ini tidak ada ketentuan yang mengatur secara pasti ukuran keberhasilan pilkada.
(gik/gik)











































