KM Sinar Bahari itu diketahui tenggelam oleh warga dan nelayan setempat tanpa ABK. Diduga, para ABK-nya hilang. Sebab, saat ditemukan KM Sinar Baru dalam posisi miring dan terombang-ambing akibat hantaman gelombang besar.
Barang yang masih tersisah dalam kapal yakni bekal makanan ABK. Layaknya sebuah kapal yang akan menempuh perjalanan jauh.
Camat Masalembu Kabupaten Sumenep, Moh Mansur mengatakan, KM Sinar Bahari yang ditemukan nelayan dan tidak ada ABK-nya itu bukan milik warga Masalembu. "Saya sedang mencari tahu siapa pemilik KM Sinar Bahari tersebut," tegas Mansur saat dihubungi wartawan, Selasa (29/7/2008).
Pihak Muspika, kata dia, sudah melakukan komunikasi dengan para nelayan Masalembu dan sekitarnya. Bahkan semua syahbandar, baik Kalianget, Sapeken dan Situbondo sudah dihubungi melalui fax. Namun, belum juga diketahui siapa pemiliknya.
KM Sinar Bahari yang baru ditemukan warga nelayan tersebut diprediksi sudah sepekan terombang-ambing. Namun baru ditemukan warga. Bangkai KM tersebut dievakuasi ke bibir pantai.
Para nelayan Masalembu, sedang melakukan pencarian terhadap ABK Sinar Bahari di sekitar Perairan Masalembu. Tidak menutup kemungkinan para ABK yang hilang dapat ditemukan.
Kasat Polair Kalianget, Sumenep, AKP Ariyanto Agus Subekti mengaku belum menerima laporan tentang tenggelamnya KM Sinar Bahari tersebut. "Belum ada laporan, Mas!," tegas Agus dihubungi detiksurabaya.com. (fat/fat)










































