Di sela-sela kesibukannya sebagai nelayan, dia menyempatkan diri membuat sebuah kreativitas yang bisa menopang kebutuhan sehari-harinya. Dia pun memodifikasi sandal jepit sehingga menjadi miniatur perahu.
Manaf mengaku aktivitas itu sudah dilakoninya sejak 1992 lalu. "Ya, awalnya cuma iseng-iseng dari pada menganggur," katanya kepada detiksurabaya.com saat ditemui di rumahnya, Selasa (29/7/2008).
Rupanya keisengan tersebut membuatnya menjadi hobi. Apalagi kreativitas Manaf membuat banyak orang ingin memilikinya. Beberapa kolektor tak segan membeli dan memesannya secara khusus. Mulai dari Banyuwangi, Bali, Yogyakarta, hingga Jakarta.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Untuk perahu dengan ukuran panjang 50 cm biasa dia jual dengan harga sekitar Rp 500 ribu. "Jika ukurannya 1 meter, harganya bisa Rp 1 juta," kata bapak tiga anak ini.
Sementara untuk satu miniatur, biasa dia selesaikan paling cepat dalam waktu seminggu. Manaf mengakui, untuk membuat miniatur itu bukan pekerjaan mudah.
Bahkan menurutnya, lebih sulit jika dibanding membuat perahu dalam ukuran yang sebenarnya. Sebab selain sabar, juga dibutuhkan keuletan dan ketelatenan. Bila itu didapat, maka produk yang dibuat akan lebih halus.
Menurut Manaf, dibanding miniatur dari bahan yang lain semisal kayu, bahan sandal jepit lebih memiliki banyak keistimewaan. Selain tidak mudah lapuk, juga tidak mudah rusak saat terjatuh.
"Kalau dari kayu, terkadang rusak kalau kena panas. Tapi untuk bahan sandal ini tidak," imbuhnya.
Aktivitas membuat miniatur perahu ini dilakukan berawal dari banyaknya limbah sandal yang ditemui di sungai.
"Daripada banyak terbuang, kan lebih baik saya manfaatkan," jelasnya. (fat/fat)











































