Ketua Umum Serikat Buruh Gema Nusantara (SBGN) Imam Mustofa mengatakan, pihaknya sebagai serikat buruh yang ada di PT Gudang Garam meski mengaku kehilangan sosok Rachman namun tidak bisa berbuat apa-apa untuk pengaturan jam kerja karyawan.
"Meninggalnya To Hing sebagai komponen utama di Gudang Garam merupakan kehilangan yang sangat besar. Kami turut berduka cita. Namun untuk pengaturan jam kerja, wewenang sepenuhnya ada di perusahaan," kata Imam saat dikonfirmasi
detiksurabaya.com melalui telepon, Senin (28/7/2008).
Saat ditanya adanya penghormatan khusus bagi karyawan baik oleh SBGN atau serikat pekerja lain, Imam mengaku belum mengetahuinya. "Hal itu masih kita koordinasikan dengan serikat pekerja lain dan perusahaan," tegasnya.
Apakah dirinya mewakili karyawan menginginkan ada perubahan jam kerja dalam masa berkabung ini, Imam menyerahkan sepenuhnya pada perusahaan.
"Kami yakin perusahaan punya kebijakan terbaik dengan meninggalnya Tjoa To Hing. Sebagai karyawan kami hanya bisa menjalan sesuai dengan tugas kami," jelasnya.
Sementara di PT Gudang Garam terdapat 4 serikat pekerja dengan jumlah karyawan sesuai data terakhir awal 2008 lebih dari 41 ribu. Selain SPGN ada tiga serikat pekerja lain yakni, Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi), Serikat Pekerja Seluruh Indinesia (SPSI) dan Kesatuan Buruh Kebangsaan Indonesia (KBKI).
Dari pantauan detiksurabaya.com hingga pukul 09.20 WIB, tidak tampak situasi berduka pada karyawan yang bekerja di 9 unit kerja. Mereka pun masih bekerja seperti hari-hari biasa.
Meski belum terlihat pelayat yang membajiri rumah duka, namun rombongan Muspida Kediri lebih dulu tiba di rumahg duka Jalan Demak No 1 Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kediri.
Rombongan dari jajaran Muspida, Walikota, Kapolwil, Kapolresta, Kajari, Ketua PN dan manager Persib Kediri datang dengan mengendarai 8 mobil. (fat/gik)











































