Perihal normalnya aktivitas Gudang Garam disampaikan Slamet Boediono, salah satu direktur GGRM saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya, Minggu (27/7/2008).
"Besok karyawan tetap masuk bekerja seperti biasa. Aktifitas kerja tidak akan diliburkan," katanya, Minggu (27/7/2008).
Slamet Boediono tidak memberikan alasan pasti, kenapa aktifitas karyawan tidak diliburkan meski perusahaan dalam keadaan berkabung. Saat ditanya apa alasan perusahaan tidak meliburkan karyawannya ditengah suasana berkabung, Slamet buru-buru menutup ponselnya dengan alasan sedang mengikuti rapat.
"Ma'af saya sedang rapat, nanti saja saya telepon balik," katanya sambil bergegas menutup telepon selulernya.
Jika benar aktivitas kerja di PT Gudang Garam, Tbk tidak diliburkan, berarti besok lebih dari 41 ribu karyawannya akan bekerja dengan suasana duka.
Rachman Halim meninggal di usia 61 tahun dan tepat setelah perusahaan yang dipimpinya merayakan ulang tahun emas ke-50 tanggal 25 Juni 2008 lalu. Orang terkaya ke-6 Indonesia itu meninggal dunia setelah menderita jantung koroner dan mendapatkan perawatan intensif selama sepekan di RS Mount Elizabeth, Singapura.
Jenazah Rachman tiba dari Singapura di hangar helikopter milik perusahaan, di Kompleks PT Gudang Garam, Tbk Unit III. Begitu diturunkan dari helikopter yang membawanya dari Bandara Juanda Surabaya, jenazah Rachman Halim langsung dipindahkan ke dalam ambulance yang juga milik PT Gudang Garam Tbk.
Yang menarik, di dalam ambulance sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka jenazah terlebih dahulu dibawa berkeliling Sasana Krida Surya Kencana, yang merupakan satu dari dua gedung megah yang saat ini sedang didirikan Gudang Garam.
Setibanya di Kota Kediri, jenazah langsung disemayamkan di rumah duka, di Jalan Demak No 1, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Malam ini tampak beberapa pekerja melakukan persiapan penyambutan kedatangan jenazah dengan menata kursi dan memasang tenda. (qom/fat)










































