Tujuannya, agar wisatawan yang datang dapat melihat gambaran perjuangan Pak Dirman dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Demikian diungkapkan Panglima TNI Joko Santoso kepada wartawan usai mengunjungi monumen dan rumah bekas markas gerilya Jendral Sudirman, Minggu (27/7/2008).
"Ini akan dipugar, kemudian dibangun segala sesuatu yang mendukung. Sehingga monumen ini lebih bisa bercerita memberikan pesan kepada bangsa," kata Panglima didampingi Menteri PU, Joko Kirmanto dan Menteri Pariwisata dan Seni Budaya Jero Wacik.
Soal pengelolaan monumen ke depan, Joko menyatakan hal tersebut akan dibicarakan kemudian. Pasalnya, hingga saat ini status kepemilikan kompleks monumen dan lahan di sekitarnya masih hak milik Yayasan Roto Suwarno, sebagai pendiri bangunan tersebut.
Saat ini, panglima TNI telah menunjuk seorang arsitek untuk merancang konsep pemugaran. Hanya saja, dia tidak menyebut secara pasti kapan rencana tersebut akan direalisasikan. Pasalnya, hal itu sangat tergantung pada hasil perencanaan yang dibuat arsitek.
"Itu kan tehnis, nanti arsitek dan ahli bangunannya yang menentukan," terang Panglima.
Meski rencana pemugaran monumen terkesan mendadak, namun Panglima menolak jika hal ini dikaitkan dengan momentum pilpres 2009. Gagasan itu, tegas panglima semata-mata didasari semangat 100 tahun Kebangkitan Nasional.
Selain itu, merupakan bagian dari program rehabilitasi bangunan-bangunan bersejarah yang telah dilakukan sebelumnya. Seperti pembangunan Patung Slamet Riyadi di Solo dan Patung Jendral Sudirman di Taman Makam Pahlawan Yogyakarta.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, rencana penambahan fasilitas di monumen yang terletak di atas lahan seluas 10 hektar puncak Bukit Gandring itu meliputi pembuatan diorama, penyempurnaan perpustakaan serta kantin dan mushola. Pembangunan semua sarana itu akan berbasis lingkungan hijau dan akan dibuat berstandar internasional.
Untuk diketahui, dalam kegiatan kampanye salah satu pasangan cagub-cawagub Jatim, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, Sabtu (19/7/2008) mengunjungi kompleks monumen dan rumah bekas markas komando Sudirman.
Saat itu dia menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi bangunan dan jalan menuju lokasi yang rusak parah. Dia juga berjanji akan melapor kepada SBY. (fat/fat)











































