Hingga berakhirnya penghitungan suara di Pondok Pesantren Lirboyo, perolehan suara pasangan KarSa tak terkejar lagi oleh pasangan calon gubernur lainnya. Pasangan KarSa memperoleh 4.226 suara, dari 5.620 suara yang diperebutkan.
Pasangan nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono yang juga mengharapkan dapat mendulang suara dari kalangan pondok pesantren, di Ponpes Lirboyo hanya memperoleh 145 suara.
Sedangkan pasangan Achmady-Suhartono, yang juga memiliki latar belakang pengusung partai berbasis ulama, di Ponpes Lirboyo hanya medulang 270 suara.
Kondisi mengenaskan terjadi pada pasangan Sutjipto-Ridwan Hisjam. Pasangan yang diusung oleh PDIP tersebut di Ponpes Lirboyo hanya mengantongi 5 suara, sedangkan pasangan Soenarjo-Ali Maschan Moesa yang juga berlatar belakang Nahdhlatul Ulama, di Ponpes Lirboyo hanya memperoleh 6 suara.
Meski berhasil memperoleh kemenangan mutlak, kemenangan pasangan KarSa di Ponpes Lirboyo dibarengi dengan catatan jumlah golput yang sangat mengejutkan, yaitu mencapai 896 pemilih.
Catatan golput tertinggi di Ponpes Lirboyo, terjadi di Pondok Pesantren HM Putra, asuhan KHbImam Yahya Mahrus, yang mencatat jumlah golput hingga 217 pemilih.
Sekretaris induk Ponpes Lirboyo, Khozinul Minan terkait tingginya angka golput di tempatnya mengaku sangat kecewa. Namun dia tak dapat berbuat apa-apa, karena beranggapan memilih calon gubernur merupakan hak masing-masing santri.
Ketika ditanya mengenai alasan yang menjadikan angka golput di Ponpes Lirboyo sangat tinggi, Khozinul mengaku kemungkinan karena santri yang lupa akan adanya pemilihan, serta santri tertidur pada saat berlangsungnya pemilihan gubernur.
"Di pondok itu kan santri mengaji hingga malam, mungkin mereka ketiduran saat pemilihan tadi berlangsung," katanya kepada detiksurabaya.com, di lokasi Ponpes Lirboyo, Rabu (23/7/2008).
Khozinul berharap dengan perolehan suara yang mutlak oleh pasangan KarSa di Ponpes Lirboyo, hal tersebut dapat membantu menjadikan pasangan tersebut menuju kursi Jatim 1 dan 2.
Kemenangan secara mutlak pasangan KarSa di Ponpes Lirboyo, diperkirakan juga akan diikuti oleh perolehan suara di sejumlah pondok pesantren lain di Jawa Timur. Hal ini tak lepas dari upaya keras pasangan tersebut, yang tak henti-hentinya terus melakukan konsolidasi kepada kalangan pesantren. (bdh/bdh)










































