Namun, Anda jangan salah sangka dulu. Kedatngan puluhan anak-anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) bukan menjadi saksi atau pemantau jalannya Pilgub Jatim. Melainkan untuk mengerjakan tugas dari sekolah agar memantau dan melaporkan tahap demi tahap pilkada. Karya tulis anak-anak itu kemudian wajib disetorkan kepada sekolah untuk dinilai.
"Biasanya kita hanya mendengar dari cerita bu guru. Tapi sekarang kita melihat sendiri," ungkap Mita, seorang siswa SD Pacitan saat ditemui detiksurabaya.com di TPS 04 Kelurahan Pacitan, Rabu (23/7/2008).
Terpisah Kepala SD Pacitan, Mohammad Adib membenarkan hal tersebut. Pemberian tugas tersebut, kata Adib memang sengaja diberikan kepada siswa kelas 4,5 dan 6. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman tentang pemilihan umum dan demokrasi. Ini terkait dengan pelajaran PPKN dan Bahasa Indonesia.
Adib mengungkapkan, terobosan pihak sekolah untuk menugasi siswanya menjadi pemantau merupakan hasil pembicaraan dengan guru kelas. Dan meskipun kegiatan tersebut tidak termasuk ekstra kurikuler namun pihaknya tetap memberikan penilaian siswa sesuai laporan yang dibuat.
"Yang paling penting bagaimana anak-anak mendapat pengalaman tentang pemilu," pungkas Adib. (bdh/bdh)











































