Kampanye di Hari Coblosan, Tim KarSa Ditangkap Panwas

Pilgub Jatim

Kampanye di Hari Coblosan, Tim KarSa Ditangkap Panwas

- detikNews
Rabu, 23 Jul 2008 12:39 WIB
Kampanye di Hari Coblosan, Tim KarSa Ditangkap Panwas
Kediri - Upaya meraih kemenangan tampaknya dilakukan dengan segala cara oleh pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa). Di Kota Kediri, setelah sebelumnya tertangkap karena membagikan beras, tim pemenangan KarSa kembali melakukan pelanggaran dengan berkampanye di hari coblosan.

Kampanye terselubung tim pemenangan KarSa di Kediri dilakukan di Kelurahan Dandangan Gang II, Kecamatan Kota. Cara kampanye tersebung ini dilakukan dengan berkeliling menggunakan mobil DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri, bernomor polisi AG 1592 AM. Mobil tersebut dengan jelas manampakkan adanya poster pasangan KarSa, serta ajakan untuk mencoblos.

"Ini tadi berawal dari adanya laporan masyarakat yang menghentikan mobil ini. Setelah kami datang, ternyata benar mobil ini mengandung unsur berkampanye," kata Ketua Panwas Pilgub Kota Kediri Ali Rohmad kepada detiksurabaya.com, Rabu (23/7/2008).

Menurut Ali, setelah dilakukan pemeriksaan di dalam mobil ternyata juga ditemukan ribuan poster bergambar pasangan KarSa yang tersimpan rapi dalam tumpukan kardus minuman mineral.

"Meski belum sempat dibagikan, jelas ini pelanggaran pilgub," tegas Ali.

Untuk tindakan selanjutnya, Panwas Pilgub Kota Kediri akan menyusun berita acara kejadian pelanggaran pilgub yang ditemukan. Untuk selanjutnya pelanggaran ini akan dilaporkan ke Panwas Pilgub tingkat provinsi.

Secara terpisah, pengendara mobil DPC Partai Demokrat, Leo yang juga diketahui sebagai putra Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri Kusyanto mengelak dari tuduhan telah melakukan kampanye terselubung di hari pemilihan.

"Saya nggak ada maksud berkampanye. Saya ke sini ingin menjemput teman saya," katanya sambil menghindari dari sorotan kamera wartawan.

Ketika ditanya kenapa menggunakan mobil Partai Demokrat yang bergambar pasangan KarSa, Leo mengaku karena hanya mobil tersebut yang dimiliki keluarganya. (bdh/bdh)
Berita Terkait