"Sejak awal, kita sudah memprediksi kemungkinan pemilih ganda," kata anggota KPUD Batu Dwi Martono, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (22/7/2008).
Dwi menjelaskan, DPT yang dikeluarkan KPUD Jatim melonjak jauh dibandingkan jumlah DPT dalam Pilwali Batu 2007 sebanyak 132 ribu. Dalam DPT KPUD Jawa Timur jumlah suara mencapai 138.589. Meningkat, enam ribu pemilih namun setelah dicocokkan ternyata sekitar empat ribuan pemilih berstatus pemilih ganda.
Apalagi, karena data terpusat di KPUD Jawa Timur maka KPUD Kota Batu dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) tidak bisa melakukan verifikasi data pemilih.
Untuk itu, KPUD meminta kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) mencoret salah satu nama yang memiliki kartu pemilih ganda. "Petugas KPPS juga harus jeli memeriksa salah satu jari pemilih apakah sudah tertandai tinta atau belum," jelasnya.
Dia menilai kartu pemilih ganda ini terjadi pada saat proses percetakanan oleh rekanan KPUD Jawa Timur. Seharusnya, tidak dicetak ulang data yang sama, meski nama ganda itu terdaftar dalam DPT.
Dwi juga menyesalkan sistem pendataan dalam pilgub, sebab ada beberapa warga yang sebelumnya telah diajukan masuk dalam DPT justru namanya tidak tercantum dalam DPT. (bdh/bdh)











































