Adalah keluarga pasangan Tuwijo dan Musinem yang mengaku kehilangan Guruh Setyo Pramono, anak keduanya. "Nggih pamite riyen budal kerjo dateng luar, tapi ngantos sak meniko mboten saget dihubungi maleh (Dulu pamitnya kerja ke luar negeri, tapi sampai sekarang tidak bisa lagi dihubungi-Red)," kata Tumini (70), nenek Guruh saat ditemui di rumahnya, Desa Kedondong, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Selasa (22/7/2008).
Menurut Tumini, selama ini Guruh tidak melakukan komunikasi apa pun dengan keluarga, termasuk berkirim surat. "Kirim surat nggih mboten nate. (Kirim surat juga tidak pernah-Red)," kata Tumini yang selalu mendekap foto Guruh yang dibingkai itu.
Tumini mengaku mendengar informasi ditemukan mayat bernama Guntur di Jombang dari televisi. Begitu mendengar ada nama yang mirip dengan cucunya itu, keluarganya langsung melapor ke polisi. Saat ini, pihak keluarga sudah berada di Surabaya untuk ikut mengidentifikasi mayat-mayat korban Ryan.
Tumini berharap Guruh bukan menjadi salah satu korban pembunuhan oleh Ryan yang seorang gay itu. "Semoga itu bukan Guruh," ujar dia sambil berlinang air mata. (fat/bdh)











































