Panwas Pilgub Lamongan menyita ribuan kotak bergambar cagub-cawagub yang diusung Partai Golkar berisi sabun, pasta gigi dan sembako lain serta alat peraga yang berisi ajakan untuk mencoblos pasangan Salam.
Salah seorang anggota Panwas Pilgub Lamongan Khoirul Huda mengatakan, pihaknya menyita ribuan kotak sembako yang dibagikan kepada warga di dua titik yang ada di Lamongan. Yaitu, di Dusun Wahyu Desa Plosowahyu, Kecamatan Kota dan di MPS Kecamatan Brondong.
"Ironisnya, di Desa Plosowahyu ini dilakukan oleh salah seorang perangkat desa, yaitu Kepala Dusun," terangnya.
Huda lebih jauh mengatakan, di Dusun Wahyu, Desa Plosowahyu pihaknya menyita sekitar 300 kotak sembako dan ratusan lainnya yang belum dimasukkan kotak. Sedangkan yang sudah dibagikan sebanyak 40 kotak sembako. "Untuk wilayah Brondong, kami mengamankan sekitar 2.137 kotak sembako," ungkapnya.
Di Dusun Wahyu, Desa Plosowahyu ratusan kotak sembako tersebut disita dari rumah salah seorang perangkat desa, yaitu Kepala Dusun Wahyu, Kustono, sedangkan di MPS Brondong diamankan dari tiga tersangka yang mengaku disuruhan salah seorang anggota tim sukses Salam.
Mengenai pelanggaran ini, Huda menegaskan kalau pihaknya akan merekomendasikan kepada KPUD, aparat kepolisian dan juga bupati Lamongan terkait adanya perangkat desa yang terlibat menjadi tim sukses salah satu pasangan.
"Sesuai dengan perundang-undangan, pembagian sembako ini sudah masuk dalam 2 kategori, yaitu kampanye diluar jadwal dan money politics," ujarnya seraya menegaskan kalau pihaknya hanya merekomendasikan saja sedangkan sanksi diserahkan kepada KPUD, Polisi dan Pemkab Lamongan.
Selain menemukan pembagian sembako, Panwas Lamongan juga menemukan pelanggaran lain, yaitu pembagian selebaran berupa ajakan yang dilakukan oleh salah seorang dari tim kampanye pasangan Achsan. "Untuk yang ini, kami juga telah merekomendasikan ke KPUD," terangnya.
(bdh/bdh)











































