Ratusan MPU itu berunjuk rasa di kawasan Simpang Empat, dekat Terminal Pasuruan. Unjuk rasa yang dimulai pukul 09.00 WIB itu membuat kemacetan di ruas Jalan Probolinggo-Surabaya dan sebaliknya. Selain itu ruas Jalan Malang-Surabaya pun macet hingga mencapai dua kilometer.
Ketiga jurusan itulah yang merasa paling dirugikan dengan kebijakan pemerintah yang dikeluarkan sekitar dua bulan lalu. Kebijakan itu melarang tiga MPU itu masuk kota dengan tujuan mengurangi tingkat kemacetan dalam kota.
"Namun kebijakan itu mengurangi pendapatan kami. Kami sering tidak dapat uang," kata Agus, salah satu sopir MPU yang ditemui wartawan di lokasi unjuk rasa, Selasa (22/7/2008).
Agus menjelaskan, sebelum memblokir jalan, sopir sudah pernah berunjuk rasa di DPRD Pasuruan dan Walikota Pasuruan beberapa waktu lalu. Namun unjuk rasa itu tidak pernah mendapatkan respon.
"Kami terpaksa melakukan pemblokiran jalan ini karena suara kami tidak pernah dihiraukan," tambahnya.
Hingga pukul 09.30 WIB, unjuk rasa masih berlangsung dan kemacetan juga masih belum terurai. Petugas kepolisian dari Polres Pasuruan pun tampak sibuk mengatur lalu lintas. (stv/fat)










































