Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Kediri, Sigit Raharjo dalam keterangan kepada wartawan mengatakan, surat rekomendasi PVMBG tertanggal 16 Juli 2008 tersebut diterima kemarin. Dalam surat rekomendasi disebutkan, status Gunung Kelud masih waspada.
"Intinya Gunung Kelud masih waspada, namun dalam keterangannya disebutkan aktivitasnya sudah sangat menurun dan dinilai aman," kata Sigit Raharjo dalam jumpa pers di Kantor Bupati Kediri, Jalan Soekarno Hatta, Senin (21/7/2008).
Sigit menjelaskan, dalam surat rekomendasi tersebut disebutkan, sejak tanggal 5 Mei hingga 14 Juli 2008, catatan aktivitas Gunung Kelud sangat minim.
Gempa hembusan, gempa vulkanik dalam serta gempa vulkanik dangkal masing-masing hanya terekam sebanyak 3 X sehari. Sedangkan untuk gempa guguran tercatat sebanyak 6 X sehari dan gempa low frekuensi tercatat 4 X sehari.
"Ini jauh menurun dari awal status Gunung Kelud diturunkan dari status siaga ke waspada pada tanggal 29 Nopember 2007 lalu. Saat ini gempa-gempa masih terekam lebih dari 100 sehari," jelas Sigit.
Ditambahkan oleh dia, dengan status waspada sebenarnya Gunung Kelud tidak bioleh didekati dalam radius 1,5 Km. Namun menurut Sigit, setelah Pemkab Kediri berkoordinasi dengan PVMBG, diperoleh beberapa kesepakatan. Antara lain, Gunung Kelud diizinkan dikunjungi wisatawan.
"Salah satu poin kesepakatan yang kami peroleh setelah berkoordinasi dengan PVMBG adalah turunnya izin Gunung Kelud bisa dibuka untuk umum. Yakni radius 150 meter dari kubah lava, pengunjung bisa mendekat," ungkap Sigit.
Sigit mengungkapkan, kesepakatan lain yang diperoleh yaitu Gunung Kelud hanya bisa dikunjungi saat cuaca cerah dan pada siang hari.
Sementara secara terpisah, Surono, Kepala PVMBG Bandung saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan tentang turunnya rekomendasi Gunung Kelud dibuka untuk wisatawan.
Meski begitu, Surono mengaku ada hal-hal penting menyangkut keselamatan wisatawan yang harus diperhatikan Pemkab Kediri.
"Kita memang izinkan, tapi tetap tidak boleh mendekat ke kubah lava. Selain itu, Pemkab Kediri harus menyediakan guide bagi para wisatawan. Serta membangun pos emergency yang diharapkan dapat memberi pertolongan untuk wisatawan bila terjadi guguran lava
secara tiba-tiba," jelas Surono.
Surono menjelaskan, selain mewajibkan Pemkab Kediri memperhatikan faktor keselamatan wisatawan, koordinasi rutin juga tetap harus dilakukan. Terutama bila ditemukan adanya peningkatan aktivitas secara tiba-tiba. (fat/fat)











































