Dua perahu naas itu masing-masing milik Raswi dan Rus nelayan asal Desa Puger Kulo Kecamatan Puger. Perahu Raswi dihempaskan ombak hingga pecah pada pukul 03.00 WIB, sedangkan perahu Rus karam pada siang hari.
Saat itu perahu Raswi sedang lego jangkar di dekat plawangan karena menunggu ombak stabil. Namun ketika lego, angin kencang datang sehingga perahu terbawa ke plawangan dan membentuk karang.
Lima ABK yang ada di perahu tersebut berusaha menyelamatkan diri. Namun Maki (50) asal Desa Puger KUlon tenggelam dan ditemukan di pesisir sudah dalam kondisi tewas.
Sedangkan Suyit, 50 masih dalam pencarian, sementara ketiga nelayan lainnya yakni Raswi, Wagito dan Jamrud berhasil menyelamatkan diri dan perahu pecah.
Sedangkan pada siang harinya, perahu milik Rus juga karam ketika akan melewati plawangan. Dua nelayan yang ada dalam perahu tersebut selamat.
Menurut polisi air, Bripda Feby Wastu dalam seminggu terakhir ada lima perahu yang karam akibat tingginya ombak dan angin yang berhembus kencang.
"Memang kondisi laut sedang tidak stabil, dua hari ombak bagus, lalu tiba-tiba ombak pecah lagi sehingga banyak perahu karam, terutama ketika melintas di plawangan," kata Feby.
Menurutya sejak awal bulan Juli ini sudah ada 15 perahu pecah dan karam di pantai puger. Hal ini dkarenakan tingginya ombak dan angin yang kencang.
(bdh/bdh)











































