"Setelah kami mendapatkan laporan dari TNI AL, kami langsung berkoordinasi dan membentuk tim untuk mencari siapa pemiliknya," ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Rachmat Mulyana kepada detiksurabaya, Senin (21/7/2008).
Rachmat mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui apakah bom tersebut akan dipergunakan untuk mengganggu keamanan pada masa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2008, atau milik pelaku terorisme yang akan digunakan untuk mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Jawa Timur.
"Kami belum mengarah kesana, karena masih dalam penyelidikan. Selain itu, pemiliknya juga belum kami tangkap," jelasnya.
Meski telah menemukan bom rakitan di semak belukar di kawasan pantai di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Petugas dari Pangkalan TNI AL di Banyuwangi terus melakukan penyisiran ulang disekitar lokasi. Namun, sampai saat ini masih belum menemukan hasil.
"Kami ingin di darat maupun di laut tidak ada ancaman apapun, dan diharapkan tetap kondusif," kata Perwira Pelaksana Pangkalan TNI AL Banyuwangi Mayor laut (P) IGP N. Sedana.
Sementara itu, 14 buah bom rakitan yang ditemukan dan mempunyai daya ledak tinggi terdiri dari, 2 buah bom seberat 5 kg, 5 buah bom seberat 1 kg, 7 buah bom seberat 0,5 kg, dan 0,5 kg mesiu.
Selain itu juga terdapat satu karung plastik pupuk jenis Oxidizing Agent 5,1 seberat 25 kg yang diduga sebagai bahan dasar bom rakitan, serta 29 detonator bom.
Barang bukti tersebut sampai saat ini masih tersimpan di salah satu gudang di Pangkalan TNI AL Banyuwangi di Jalan Raya Situbondo. (bdh/bdh)











































