Kejadian naas yang menimpa official SSB ini terjdi di jalan raya Prambon, yang berbatasan dengan Kecamatan Pungging, Mojokerto, Minggu (20/7/2008).
Tabrakan terjadi saat Truk Fuso bernopol AG 7067 PU dari arah Sidoarjo, bertabrakan dengan truk bernopol L 8023 LO dari arah Mojokerto. Sebelumnya, truk tersebut berupaya mendahului sebuah truk bernopol L 8858 AA.
Setelah terjadi tabrakan, truk dari arah Mojokerto itu terpental dan ditabrak truk dari arah yang sama. "Truk Fuso itu terlihat tidak mau menghindar, sehingga terjadi tabrakan," kata Gendut (32), kenek truk yang selamat.
Akibat kecelakaan itu, Truk Fuso yang mengangkut 85 pemain dan official SSB Putra Sikatan, terguling sehingga 25 penumpang yang kebanyakan anak-anak, terluka. Korban lalu dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Prambon Sidoarjo dan RSUD Mojosari, Mojokerto.
Dari 25 penumpan Truk Fuso yang terluka, 5 di antaranya terluka parah. Kelima korban yaitu sopir Truk Fuso, Suher (38) dan pemain SSB Nur Cahyo (13), Nur Kholis (17), Zainal Arifin (14), dan Rian Triono (18), kelimanya warga Desa Plaosan, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.
Sedang sopir Truk dari Mojokerto, Kamidun (58), warga Desa Cirowetan, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, juga terluka patah kaki karena terjepit kemudi. Sedang pemain SSB, rata-rata terluka di kepala dan dada akibat terbentur aspal atau bak truk.
Kelima korban luka parah saat ini masih dirawat inap di RSUD Mojosari Mojokerto. sedang korban luka ringan, seperti kaki lecet dan memar, diijinkan pulang. Sementara Rian Triono, dirujuk ke RSUD Sidoarjo, karena kondisinya semakin kritis. (bdh/bdh)











































