Pesta Miras di Malang Diduga Dicampur Cap Tikus

Pesta Miras di Malang Diduga Dicampur Cap Tikus

- detikNews
Sabtu, 19 Jul 2008 19:00 WIB
Pesta Miras di Malang Diduga Dicampur Cap Tikus
Malang - Pesta minuman keras (miras) di Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Malang yang menewaskan tiga orang diduga dicampur minuman Cap Tikus asal Sulawesi.

Minuman Cap Tikus merupakan minuman khas warga Minahasa Selatan (Sulawesi Utara) itu dihasilkan dari Fermintasi air Nira. Campuran itu diungkapkan oleh Riadi (54) salah satu korban tewas yang sempat menceritakan kepada warga yang membesuknya di RS Mardi Walutjo Jalan Nusakambangan, Kota Malang.

"Ada yang mendengar cerita itu langsung dari Pak Riadi sebelum meninggal. Tapi Pak Riadi tak mengatakan siapa yang membawa dan mencampurnya," ujar Soleh seorang warga saat membesuk Rofik di ruang 3 kamar No 57 RS Mardi Walujto Malang, Sabtu (19/7/2008).

Meski begitu ketiga korban, Nono Admojo (43), Sunarto (40) dan Prapto (43) yang dirawat di RS tak mengetahui jika minuman dicampur Cap Tikus.

"Saya pernah dengar minuman itu sangat keras, tapi saya tidak tahu jika ada campuran itu dalam minuman kami. Karena sudah mabuk mas," ujar Rofik.

Sementara polisian Polres Malang akan menyelidiki adanya dugaan campuran Cap Tikus pada minuman yang dikonsumsi para korban. Selain itu juga memeriksa kandungan miras merk Mcdonald dengan menggandeng Balai POM dan Labfor Polda Jatim.

"Tujuan visum itu bisa melihat kandungan apa di dalam lambung para korban," tegas Kapolres Malang AKBP Edi Sukaryo pada detiksurabaya.com melalui telepon.

Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, minuman khas Minahasa Cap Tikus pernah merenggut 10 nyawa peminumnya tahun 2005 di Sulawesi Utara. Minuman ini juga dapat menyerang mata hingga mengakibatkan kebutaan. Selain itu Cap Tikus dapat digunakan bahan bakar.

Sebelumnya, tiga warga tewas setelah menggelar dua kali pesta miras merk Mcdonald di tempat berbeda. Tiga korban tewas yakni Teguh (35), Sutikno (40), serta Riadi (43). Sementara empat korban menjalani perawatan medis di RS Mardi Waljuto Malang. (fat/fat)
Berita Terkait