Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com jamu kadaluwarsa itu dikonsumsi saat mereka akan bertanding dalam persahabatan bola voli Sumenep pada Jumat (18/7/2008) malam.
Seperti biasa dilakukan, para pemain pun minum jamu oplosan yang terdiri dari susu, telor dan minuman kaleng yang diramu para pemain. Tujuan minum jamu oplosan ini tak lain menjaga stamina.
Namun sesaat kemudian, mereka mengalami sakit perut, muntah-muntah dan tergulai lemas. Bahkan, seorang diantaranya mengalami kejang-kejang.
Korban yang dilarikan ke rumah sakit yakni Nawira (21), Suryono (22), Fery Ardiansah (20), Adiyanto (23) dan seorang pendukungnya Fawaid (9). Semuanya warga Desa Kebunan, Kota Sumenep.
Sementara Sekretaris Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep, Ahmad Sayadi mengatakan, para pemain bola voli sebenarnya sudah terbiasa minum jamu aplosan sebelum bertanding. Tujuannya, untuk menjaga stamina. Namun jamu kali ini diduga mengandung racun.
"Gejala yang dialami pemain bola voli Keramat Jati mirip orang terserang muntaber," kata Sayadi pada wartawan di rumahnya, Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu (19/7/2008).
Akibat peristiwa keracunan tersebut, klub bola voli Keramat Jati yang rencananya akan bertanding dalam persahabatan bola voli Sumenep gagal dilakukan, Jumat (18/7/2008) malam.
Sementara Direktur RSUD dr Moh Anwar Kabupaten Sumenep, dr Dzulkifli Machmud menduga campuran jamu oplosan yang diminum klub bola voli ada yang kadaluwarsa.
"Setelah mendapat perawatan intensif, semua pasien itu terus membaik," kata Kifli saat dihubungi detiksurabaya.com. (fat/fat)











































