Nurhidayat, juru kunci TPU Sama'an mengungkapkan, dirinya ditelepon oleh seseorang pada pukul 21.30 WIB. Seseorang yang dirahasiakan identitasnya oleh Nurhidayat tersebut meminta kepada dirinya untuk mengali tanah yang disiapkan untuk kuburan dua terpidana mati.
"Siapa yang memerintahkan penggalian tanah saya tidak bisa ngomong. Karena itu harus dirahasiakan," ujarnya kepada wartawan di sela-sela proses penggalian liang lahat.
Ada hal yang aneh pada saat proses penggalian liang lahat berlangsung. Proses penggalian hanya diterangi oleh lima lilin sebesar jari tangan.
Menurut Nurhidayat, kenapa mereka menggunakan penerangan dari lilin karena ini sifatnya emergency. Pihaknya tidak bisa menyiapkan lampu petromaks.
"Ini mendadak. Jadi kita gunakan lilin. Lagipula cahaya bulan juga membantu proses penggalian," ungkapnya.
Dia memastikan proses penggalian ini akan selesai tiga jam kedepan. Dan tambahnya lokasi makam berubah dari tempat semula. Jarak makam yang digali dengan lokasi semula sekitar 6 meter. "Ada perubahan dikarenakan untuk memudahkan proses penggalian dan bisa cepat selesai," tandasnya.
Jarak antara pintu masuk TPU ke makam dua terpidana mati berjarak sekitar 200 meter. Mobil tidak bisa masuk karena lebarnya jalannya hanya 1 meter.
Hanya sepeda motor yang bisa masuk karena lokasinya berada di tengah-tengah kompleks pemakaman. Di TPU sendiri sampai sejauh ini tidak terlihat adanya petugas kepolisian yang mengamankan lokasi pemakaman.
(wln/bdh)











































