Komplotan Perampok Kios Bank Niaga Digulung

Komplotan Perampok Kios Bank Niaga Digulung

- detikNews
Jumat, 18 Jul 2008 14:09 WIB
Komplotan Perampok Kios Bank Niaga Digulung
Malang - Setelah diburu selama tiga bulan, empat komplotan perampok Kios Bank Niaga Jalan Ahmad Yani, Malang berhasil digulung. Aksi perampokan sebesar Rp 1.350 miliar itu terbongkar saat polisi curiga keterlibatan satpam kios bank, Subagyo.

Selain menggulung warga Jalan Muharto, Malang, polisi juga menangkap dua warga Desa Banjararum, Singosari yakni Wito (50) dan Wanda atau Tragedi (47). Sementara satu tersangka Yanto (35) menyerahkan diri ke Mapolresta Malang dua hari setelah ketiga temannya tertangkap.

Dari pengakuan para tersangka, aksi itu direncanakan pertama kali oleh Romi, mantan satpam Bank Niaga. Dan koordinasi pun dilakukan di rumah Romi warga Desa Banjarum, Singosari, Malang.

Sementara polisi masih memburu tiga orang yang diduga kuat sebagai pelaku. Mereka yakni Tono (30), Romi (35), keduanya warga Desa Banjarum, Singosari dan Nik (38) asal Jakarta.

"Ide muncul pertama dari Romi yang juga mantan satpam Bank Niaga. Dia kemudian mengajak seorang temannya bernama Nik asal Jakarta untuk ikut merencanakan," ujar Subagyo, salah satu pelaku perampokan kepada wartawan di Mapolresta Malang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Malang, Jumat (18/7/2008).

Romi sendiri lihai dalam mengatur strategi, sebab pernah melakukan perampokan nasabah bank di Bandung. Setelah rencana perampokan matang, Romi, Nik, Yanto dan Tono mengendarai dua motor mendatangi Kios Bank Niaga.

Saat kabur menghilangkan jejak serta membagi uang hasil kejahatan, kata Subagyo, merupakan ide Romi di sebuah Lokalisasi Jember. "Mereka sempat kontak saya hari itu melalui ponsel. Itu memang merupakan bagian dari rencana," imbuh Subagyo.

Sementara keterlibatan Wito serta Tragedi sebagai perantara mengantar uang Subagyo sebesar Rp 200 juta, meski keduanya tidak ikut langsung melakukan perampokan. Meski begitu mereka ikut kabur ke sebuah lokalisasi di Jember.

"Subagyo banyak memberikan keterangan berbeda saat olah TKP. Dugaan semakin kuat setelah dia mendapat transfer uang dari Wito dan Tragedi," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang AKP MP Sitanggang kepada wartawan.

Sitanggang menambahkan, pihaknya masih memburu tiga pelaku dengan menerbitkan daftar pencarian orang. Pihaknya juga mengamankan uang senilai 350 juta, empat borgol, STNK dan BPKB motor yang digunakan beraksi dan satu tas rangsel.

"Mereka gunakan satu pistol dan itu hanya pistol mainan," imbuhnya.

Pihaknya membenarkan bahwa pelaku perampokan yang terlibat ini hasil perekrutan Romi. Romi sendiri dibantu Nik, temannya saat pernah mendekam di Lapas Bandung, Jawa Barat untuk menyakinkan pelaku lain untuk ikut beraksi.

Diberitakan sebelumnya, Kios Bank Niaga Jalan Ahmad Yani terjadi (30/5/2008) lalu dan uang sebesar Rp 1,350 miliar amblas. Aksi itu dilakukan empat pelaku utama dan satu pelaku pembantu yakni satpam Subagyo. (fat/fat)
Berita Terkait