Rusmawati atau biasa dipanggil Wati dengan didampingi rekan gerejanya masuk ke dalam Rutan Medaeng sekitar pukul 09.15 WIB, dan keluar sekitar pukul 10.15 WIB, Jumat (18/7/2008).
Sayangnya, saat ditanya wartawan tentang kondisi ibunya Sumiarsih dan Sugeng, Wati hanya memberikan jawaban yang singkat.
"Semuanya baik-baik saja, doakan ya," ujar Rusmawati sambil bergegas meninggalkan kerumunan wartawan.
Rusmawati yang saat itu mengenakan baju berwarna coklat bergegas menuju ke mobil Toyota Avanza warna hitam yang sudah standby di depan Rutan Medaeng.
Dari pengamatan detiksurabaya, pukul 11.30 WIB, kondisi Rumah Tahanan Negara kelas I Surabaya (Rutan Medaeng) ini nampak normal. Puluhan wartawan yang menunggu pelaksanaan eksekusi pun masih setia menunggu di depan rutan.
Hingga kini kapan eksekusi terhadap dua terpidana mati dilakukan masih menjadi tanda tanya. Padahal dari informasi yang dihimpun, pelaksanaan eksekusi akan dilakukan Jumat dini hari setelah tiga hari dua terpidana mati itu dibawa ke Rutan Medaeng.
Sayangnya, tidak ada satu pun pejabat dari Kejaksaan Tinggi jatim maupun kejaksaan Negeri Surabaya yang bisa memberikan kepastian eksekusi terhadap pelaku pembunuhan terhadap keluarga Letkol (Mar) Purwanto. (roi/bdh)











































