Salah satu saksi, Sadiyem (50) warga Kelurahan Nambangan Lor mengatakan, saat itu dirinya sedang duduk di tanggul Sungai Madiun dan melihat seorang wanita muda yang akan terjun.
Saat itu wanita tersebut berusaha ditolong oleh Wiji (26) seorang pengamen yang kebetulan sedang melintas di jembatan.
"Tadi cewek itu sempat tarik-tarikan tangan dengan pengamen yang menolongya. Namun karena tidak kuat, cewek itu pun berhasil terjun dengan masih mengenakan helm," jelasnya kepada detiksurabaya.com saat di lokasi, Kamis (17/7/2008).
Kabar tersebut langsung direspon dan 10 orang tim SAR Polresta Madiun dalam waktu satu jam melakukan penyisiran. Sayang korban yang berhasil ditemukan dalam kondisi tewas.
Wakapolresta Madiun Kompol Slamet Subagyo menjelaskan, bahwa korban belum dapat teridentifikasi karena tidak ditemukan tanda pengenal.
"Korban masih kita otopsi dan dari keterangan saksi sementara memang diduga korban bunuh diri dengan terjun ke sungai. Nanti akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.
Slamet menambahkan, jenazah korban tidak ditemukan luka-luka dan korban meninggal karena kehabisan nafas di dalam sungai.
Korban tersebut selain diperkirakan berusia sekitar 25 tahun, juga memakai T Shirt hitam, rambut lurus hitam panjang di tali dan memakai celana panjang warna biru.
Kini korban pun dibawa ke kamar jenazah RSUD Soedono Madiun untuk dilakukan otopsi. Hingga pukul 20.45 WIB belum ada pihak keluarga yang datang ke kamar jenazah. (fat/fat)











































