Penemuan sumur aspal kali ini berdekatan dengan sumur warga yang mengeluarkan minyak mentah bercampur bensin yang ditemukan sebelumnya. Sumur aspal yang mempunyai kedalaman 2 meter itu kini dalam pengawasan pemkab setempat.
Kasi Migas Kantor ESDM Pemkab Sumenep, Mansur pada detiksurabaya.com mengatakan, sumur milik warga yang rencananya akan dijadikan sumur tembakau tiba-tiba mengeluarkan aspal bercampur air.
"Sumur warga itu mengeluarkan aspal hitam kental bercampur air," kata Mansur di kantornya, Jalan dr Cipto, Sumenep, Kamis (17/7/2008).
Menurut dia, penemuan sumur aspal sangat mungkin berhubungan dengan sumber minyak mentah sebelumnya, sebab, letaknya hanya 300 meter. Sedangkan jarak ke sumur tua peninggalan Belanda sekitar 1 KM.
Untuk memastikan berapa besar kandungan aspal di sumur tersebut, Pemkab akan melakukan koordinasi dengan ESDM Jawa Timur dan pusat. "Dalam waktu dekat ini akan dilakukan survie," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, Moh Dahlan mengaku akan mengirim sampel dari aspal dan minyak mentah bercampur bensin yang ditemukan warga itu ke ESDM agar di tes ke lab.
"Kalau secara kasat mata, aspal dan minyak mentah itu kwalitasnya bagus," ujar Dahlan dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (17/7/2008).
Melalui survei yang akan dilakukan kementerian ESDM, akan diketahui berapa kandungan dari dua sumur tersebut. Jika, kandungannya banyak maka tidak menutup kemungkinan akan dikelola oleh pusat.
"Pengelolaan Migas itu masih ditangani pusat, tapi kalau kandungannya sedikit mungkin dilimpahkan ke daerah," katanya. (bdh/bdh)











































