Krisis Air di Tuban Meluas

Krisis Air di Tuban Meluas

- detikNews
Kamis, 17 Jul 2008 10:06 WIB
Krisis Air di Tuban Meluas
Tuban - Krisis air bersih tampaknya mulai meluas di wilayah Kabupaten Tuban. Jika bulan Juni lalu kesulitan air bersih ada di sembilan wilayah kecamatan, kini luasnya melebar hingga 12 dari 20 kecamatan di Tuban.

Sementara sejak sepekan terakhir Pemkab Tuban setiap hari mendistribusikan mobil tangki air bersih ke 12 desa. Desa-desa tersebut diantaranya, Desa Grabagan dan Gesikan (Kecamatan Grabagan), Penambangan (Semanding), Wolutengah (Kerek), tujuh desa di Kecamatan Kenduruan, dan satu desa di wilayah Kecamatan Bancar.

"Ini bentuk respon kesigapan Pemkab Tuban terhadap krisis air yang dikeluhkan warga. Sejak seminggu ini kami mengirim rata-rata dua tangki setiap hari ke desa-desa tersebut," kata Kasi Humas Pemkab Tuban, Sukristiono kepada detiksurabaya.com, Kamis (17/7/2008) saat dihubungi.

Sementara untuk desa lainnya, hingga saat ini masih bisa mengambil air bersih di sendang atau sumber air di sekitarnya. Rata-rata berjarak 2-3 Km dari pusat desa. Meski sumber airnya mulai menyusut, namun masih bisa mencukupi kebutuhan warga.

"Kalau warga ada yang meminta dikirim air bersih, pemkab siap mengirim. Selama ini masih 12 desa yang meminta, desa lain belum meminta dikirim air bersih," ungkap Sukristiono.

Sementara dari pantauan detiksurabaya.com di lapangan luas krisis air bersih sudah menembus 12 wilayah kecamatan. Wilayah tersebut adalah, Kecamatan Kenduruan, Parengan, Kerek, Plumpang, Grabagan, Semanding, Merakurak, Soko, Montong, Bancar dan Kecamatan Tambakboyo.

Kesulitan air tidak merata di semua desa yang ada di 12 wilayah kecamatan tersebut. Namun, menimpa desa-desa yang selama ini termasuk kering dengan lahan pertanian rata-rata tadah hujan.

Namun kenyataan di lapangan, warga di wilayah tersebut mulai antre air sumber air terdekat. Krisis air ini kian menyulitkan warga. Terlebih bagi warga yang berada di lereng-lereng gunung kapur wilayah Tuban.

Sejumlah sumber air di daerah dataran rendah mulai didatangi warga dari wilayah pegunungan. Hampir setiap waktu, warga berduyun-duyun mengambil air dan sekaligus mencuci dan mandi di sumber tersebut.

Pemandangan itu ditemukan di Sumber Air sendang Maibit (Desa Maibit), Sendang Beron (Desa Punggulrejo), Goa Ngerong (Desa Rengel) di wilayah Kecamatan Rengel. Tempat ini banyak didatangi warga mulai dari wilayah pegunungan di Kecamatan Grabagan dan Soko.

Sementara Sendang Ngipeng di Desa Jarorejo, Kecamatan Kerek juga setiap saat hingga malam hari, dipadati warga wilayah setempat.

"Saya datang bersama tetangga dari Desa Ngandong (Kecamatan Grabagan) saban pagi ke Goa Ngerong. Di desa saya sudah tidak ada air untuk diminum," ungkap Sujapar (41) saat ditemui di Goa Ngerong, Desa/Kecamatan Rengel.

Rata-rata warga datang naik mobil pick up menuju sumber air. Di samping mandi dan cuci di tempat itu, mereka juga membawa jerigen kapasitas 25 liter untuk dibawa pulang.

"Masalah ini sudah kami alami bertahun-tahun. Kalau kemarau ya seperti ini, harus mencari air untuk kebutuhan sehari-hari," kata Raekan (39), warga Desa Ngrejeng, Kecamatan Soko saat ditemui di Sumber Air Sendang Maibit, Kecamatan Rengel. (fat/fat)
Berita Terkait