Saat ini sumur tersebut dalam pengawasan pemerintah. Ketika ditemukan, warga Dusun Karang, Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, sempat menggunakan minyak itu untuk keperluan memasak. Sebab, minyak mentah berwarnah kuning kecoklat-coklatan mudah terbakar.
Kepala Kantor ESDM Kabupaten Sumenep Muhammad Fadillah, mengatakan, sumur yang dibuat warga berdekatan dengan sumur tua peninggalan Belanda.
"Jadi, sangat mungkin jika disekitar sumur tua itu mengandung minyak tanah dan bensin," kata Fadillah pada wartawan di kantornya, Jalan dr Cipto, Sumenep, Rabu (16/7/2008).
Ia mengatakan, di Kabupaten Sumenep ada dua sumur tua yang memungkinkan mengandung minyak tanah, selain di Desa Mandala juga terdapat di Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding. Namun, kedua sumur tersebut belum pernah dilakukan survei.
Untuk itu, kedepan dua sumur tersebut akan dilakukan survei bersama ESDM Jawa Timur. "Siapa tahu dua sumur tua itu mempunyai kandungan minyak tanah yang dapat menghasilkan PAD, minimal untuk warga sekitar," paparnya.
Menurut dia, sumur warga yang mengeluarkan minyak tanah yang bercampur bensin di Desa Mandala mampu memgeluarkan minyak tanah sebanyak 10 liter selama 12 jam atau dapat meringankan 10 kepala keluarga (KK) untuk keperluan sehari-hari.
"Semoga kandungan minyak tanah di sumur warga itu mampu mensejahterakan masyarakat Sumenep," katanya. (bdh/bdh)











































