Pemasangan kawat berduri ini diduga untuk menghindari wartawan yang berusaha naik pohon untuk mengambil gambar mobil yang membawa Sumiarsih dan Sugeng saat akan keluar dari dalam rutan.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, Rabu (16/7/2008) pukul 12.45 WIB, dua pekerja yang disewa pihak Rutan Medaeng masih sibuk melilitkan kawat berduri sepanjang 10 meter ke pohon Sono setinggi 3 meter.
Saat detiksurabaya mencoba mencari informasi hal itu kepada salah satu petugas rutan bernama Djoeni, dia mengelak kalau pemasangan kawat berduri itu untuk menghalangi wartawan yang akan berusaha naik pohon.
"o, enggak mas. Ini hanya untuk persiapan tujubelasan agustusan," jawabnya sambil tersenyum.
Saat wartawan mencoba menggali informasi apakan kedua tersangka akan dieksekusi malam ini, dia kembali menjawab tidak tahu. Djoeni malah meminta agar wartawan bertanya hal itu ke kejaksaan. "Wah nggak tahu. Tanya saja ke kejaksaan," ujarnya singkat.
Sementara, dari pengamatan di lapangan, belum nampak adanya tanda-tanda eksekusi terhadap pembunuh keluarga Letkol Marinir Purwanto akan dilangsungkan hari ini.
Meski begitu, penjagaan di Rutan Medaeng hingga siang ini nampak sedikit diperketat dengan adanya 15 petugas kepolisian dari Dalmas yang disiagakan di depan rutan. (bdh/bdh)










































