Ketiga desa itu yakni, Desa Besuki, Desa Kedungcangkring dan Desa Pajarakan. Mereka menutup jalan tol dengan menggunakan pipa pembuangan lumpur diletakkan di tengah jalan. Pipa yang belum terpakai itu sengaja diambil dari pinggir jalan dan diletakkan dalam posisi melintang di dua jalur.
Pipa dengan diameter 32 inch dengan panjang kurang lebih 30 meter beramai-ramai diangkat oleh warga. Kedua jalur itu ditutup warga mulai pukul 10.00 WIB.
Menurut koordinator aksi, Lala Saputra (30) warga Dusun Ginonjo, Desa Besuki bahwa aksi ini menuntut segera merivisi Perpres No 14.
"Saat ini sudah ada 80 perwakilan yang ada di Jakarta dan belum ada jawaban. Makanya kita berunjuk rasa secepatnya wilayah kita dibeli," kata Lala saat di lokasi kepada detiksurabaya.com.
Lala menambahkan, bila hari ini pemerintah tidak menghiraukan permintaan warga, pihaknya tidak akan membuka blokade jalan tersebut.
Hingga pukul 12.15 WIB, selain bekas jalan tol juga jalan alternatif dari desa ke desa lainnya masih ditutup total oleh warga. Hanya pengendara motor yang bisa melintas jalur tersebut.
Sementara itu sudah terlihat beberapa petugas dari Polres Sidoarjo berjaga mengantisipasi agar tidak terjadi peristiwa yang tak diinginkan. (fat/fat)











































