Prihatin Harga Tembakau Anjlok, Mahasiswa Sumenep Berdemo

Prihatin Harga Tembakau Anjlok, Mahasiswa Sumenep Berdemo

- detikNews
Rabu, 16 Jul 2008 10:01 WIB
Prihatin Harga Tembakau Anjlok, Mahasiswa Sumenep Berdemo
Sumenep - Menjelang panen raya tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demo di Depan Taman Adipura, Jalan Trunojoyo, Rabu (16/7/2008).

Aksi ini dilakukan dengan cara tutup mulut dan telinga memakai plakban. Tak ada orasi, hanya saja mereka membagi-bagikan selebaran kepada pengguna jalan yang kebetulan lewat di Jalan Trunojoyo dan depan Kodim 0827 Sumenep.

Ketua PC PMII Kabupaten Sumenep, Moh Muhri Zain mengatakan, selama lima tahun terakhir harga tembakau Madura anjlok. Akibatnya, masyarakat petani tembakau selalu dalam keterpurukan. Bahkan, petani seringkali dijadikan kelinci percobaan dan dijadikan alat meraup keuntungan oleh orang-orang tertentu.

"Tahun ini jangan sampai petani tembakau dijadikan alat untuk meraup keuntungan yang dilakukan para penguasa, pengusaha baik eksekutif maupun legislatif," kata Muhri pada detiksurabaya.com saat memberikan
selebaran pada pengguna Jalan Trunojoyo, Kota Sumenep saat di lokasi.

Selama ini, kata dia, petani tembakau selalu dijadikan alasan menentukan kebijakan antara penguasa dengan pihak pabrikan. Padahal, kebijakan tersebut tidak pernah menyentuh kebutuhan dan kesejahteraan
masyarakat, malah menindas petani. Itu dibuktikan dengan anjloknya harga yang terjadi selama lima tahun terakhir.

"Seharusnya pemerintah itu menjadi mediator antara petani dengan pabrikan. Bukan malah memberi jalan yang mulus bagi pabrikan untuk meraup keuntungan dari petani," tegasnya.

Melalui gerakan aksi tutup mulut dan telinga yang melambangkan kekecewaan para petani terhadap pemerintah, aktifis PMII Kabupaten Sumenep berharap semua pihak melakukan aksi serupa.

"Kalau PMII sendiri akan melakukan perlawanan dengan berbagai macam cara agar petani tidak dijadikan pemuas oleh pabrikan dan penguasa yang tuli," ujarnya.

Massa PMIIjuga membawa berbagai macam poster dan spanduk yang berisikan kecaman terhadap pemerintah dan pihak pabrikan. Mereka berjanji akan menggelar aksi lebih besar bersama petani menjelang panen raya tembakau tahun 2008 ini.

"Aksi lanjutan dan berbagai pembelaan terhadap petani akan terus dilakukan setiap saat," janjinya. (fat/fat)
Berita Terkait