"Kita harus tetap menghargai pernyataan Gus Dur, tapi kan akan lebih bertanggung jawab kalau kita tidak golput dan tidak menyerukan seperti itu," kata Saifullah Yusuf saat ditemui detiksurabaya.com di sela-sela singgah di rumah Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda, di Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri, Selasa (15/7/2008).
Menurut Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf, rencana Gus Dur menyerukan ajakan golput merupakan hak pribadinya yang tak dapat dicampuri oleh lain. Tapi, apabila rencana tersebut terealisasi, maka calon-calon yang berbasis dukungan warga nahdliyin tentu akan sangat dirugikan.
"Meski mungkin dampaknya saya rasakan sangat kecil, tapi kan tetap mempengaruhi. Apalagi kalau rencana tersebut nyata, kan yang rugi Pak Achmady yang berangkat dari basis pendukung Gus Dur sendiri," imbuh Gus Ipul.
Seakan tak ingin rencana Gus Dur berdampak pada perolehan suaranya, Gus Ipul dalam kesempatan tersebut mengajak kepada setiap lapisan masyarakat untuk tidak menjadi golput.
"Ini kan pesta dalam kita menentukan siapa pemimpin kita, kenapa meski harus golput. Mari kita jalankan pemilihan ini dengan tanggung jawab, agar pemerintahan di Jawa Timur juga akan bisa berjalan baik," tegas Gus Ipul.
Sementara dalam kesempatan perbincangan dengan detiksurabaya.com, Gus Ipul juga menyinggung terkait banyaknya aksi perusakan terhadap atribut kampanye milik pasangan KarSa, antara lain di Jombang dan Jember.
Gus Ipul menyikapi hal tersebut dengan tenang, serta menganggap pelakunya khilaf serta perlu mendapatkan maaf.
"Ya mungkin pelakunya kurang mengerti mengenai pencalonan kami. Mereka juga mungkin golongan orang yang sedang khilaf, kita positif thinking saja, serta memaafkan mereka," ungkap Gus Ipul.
Selain memaafkan pelaku perusakan atribut kampanye pasangan KarSa, Gus Ipul juga berharap justru setelah melakukan perusakan para pelaku dapat berbalik mendukungnya. (bdh/bdh)











































