Kampanye KarSa Dibubarkan

Pilgub Jatim

Kampanye KarSa Dibubarkan

- detikNews
Senin, 14 Jul 2008 16:20 WIB
Kampanye KarSa Dibubarkan
Nganjuk - Sikap tegas diambil Panwas Pilgub Kabupaten Nganjuk. Kampanye pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dibubarkan. Pembubaran ini sempat mendapatkan protes dari tim sukses pasangan KarSa, yang merasa tidak ada aturan kampanye dilarang melibatkan pelajar.

Dalam kampanye yang digelar di Lapangan Kuthoharjo, Kecamatan Kota tersebut, kedatangan pelajar berseragam setelah mendengar adanya permainan musik dangdut yang mengiringi jalannya kampanye.

Puluhan pelajar datang secara tiba-tiba, dan langsung masuk ke dalam arena kampanye
sambil bergoyang mengikuti alunan musik dangdut yang dimainakn salah satu orkes lokal Nganjuk.

Mengetahui hal tersebut sejumlah anggota panwas langsung turun dan meminta musik
dangdut dihentikan sementara. Beberapa anggota panwas lainnya menghalau puluhan pelajar yang berada di arena kampanye.

"Ini pelanggaran, karena kampanye tidak dibenarkan melibatkan anak-anak. Meski
mereka pelajar SMA, karena berseragam maka kami melarangnya," kata Totok, salah satu
anggota Panwas Pilgub Kabupaten Nganjuk, Senin (14/7/2008).

Sikap anggota panwas yang menghalau keberadaan pelajar berseragam sempat mendapatkan protes dari tim sukses pasangan KarSa. Mereka merasa tidak ada aturan kampanye yang melarang keikut sertaan pelajar.

"Siapa yang bilang kalau pelajar tidak boleh ikut kampanye. Mereka kan sudah dewasa,
dan saya yakin mereka sudah memiliki hak pilih," kata Suyanto kancil, salah satu tim
sukses pasangan KarSa di Ngajuk.

Protes dari tim sukses pasangan KarSa ini sempat membuat suasana panas. Baik
Panwas maupun tim sukses salingĀ  bersitegang tak mau mengalah. Kondisi ini memaksa
petugas kepolisian turun tangan untuk melerai.

Setelah dilakukan perundingan, Panwas akhirnya mengizinkan jalannya kampanye dilanjutkan, dengan syarat pelajar berseragam harus meninggalkan arena kampanye.

Sementara dalam kampanye lanjutan yang tak dihadiri secara langsung oleh pasangan
KarSa tersebut, beberapa polisi tampak berjaga-jaga dengan ketat.

Pengawasan dengan ketat juga dilakukan oleh panwaslu yang melakukan penambahgan personil, dari sebelumnya 3 orang menjadi 6 orang.
(gik/gik)
Berita Terkait