Sumber Air Belerang Mampu Sembuhkan Penyakit Kulit

Sumber Air Belerang Mampu Sembuhkan Penyakit Kulit

- detikNews
Senin, 14 Jul 2008 08:54 WIB
Sumenep - Era yang serba canggih dewasa ini, masih ada masyarakat yang percaya dengan pengobatan bernuansa mistik dan alami. Seperti puluhan pengunjung yang datang ke sumber air belerang di Desa Kaduwara Timur, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura (perbatasan Sumenep-Pamekasan).

Di tempat pemandian yang bau menyengat itu ternyata menjadi idola masyarakat, baik warga sekitar maupun pendatang. Selain satu-satunya sumber air yang digunakan warga untuk mandi dan minum, ternyata dipercaya mampu menyembuhkan segala macam penyakit kulit.

Kepercayaan warga akan pengobatan itu justru dilakukan para pengunjung, baik masyarakat Madura maupun dari kota-kota besar di wilayah Indonesia.

Mereka yang mengalami penyakit kulit, linu-linu dan sulit disembuhkan, hanya melakukan ritual mandi dan membuang pakaian dalam seperti celana dalam (CD) dan bra dipercaya penyakitnya akan sembuh.

Bagi warga sekitar, sumber air belerang yang letaknya di pinggir jalan provinsi itu sehari-harinya dibuat mandi. Namun masyarakat luar kawasan itu lebih banyak dijumpai saat hari Sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya.

Warga setempat, Ny Kacung (40) mengatakan, masyarakat yang mengalami penyakit kulit dan sulit disembuhkan dengan ilmu medis, biasa mandi di sumber belerang dengan memakai pakaian dalam.

"Setelah mandi, mereka membuang semua pakaian dalamnya ke pohon bambu yang terletak di belakang. Layaknya tumbal," kata Ny Kacung kepada detiksurabaya.com usai mandi di Sumber Belerang, Desa Kaduwara Timur, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Senin (14/7/2008).

Kepercayaan yang sudah turun temurun itu, hingga saat ini masih dijaga
kelestariannya oleh masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan ribuan CD dan bra menggantung di pohon bambu yang terletak di belakang sumber. Bahkan, hampir setiap bulan pakaian dalam itu dibakar oleh warga sekitar karena kelihatan menumpuk.

Dia menjelaskan, meski sumber belerang mengeluarkan bau menyengat, namun usai mandi tidak terasa lengket di kulit. Bahkan, warga sekitar yang mengkonsumsi tanpa direbus pun juga tak merasakan bau seperti yang dirasakan saat berada di sekitar sumber.

"Kalau hanya di pinggir sumber baunya memang menyengat, tapi kalau mandi tidak terasa," katanya.

Bila warga sekitar yang biasa mengkonsumsi air tersebut, biasanya terlebih dahulu diendapkan selama 12 jam. Tujuannya, untuk menghilangkan aroma yang tidak sedap itu.

Sementara salah seorang pengunjung, Ny Kumala (39) warga Surabaya mengaku ingin tahu kehebatan sumber belerang yang banyak diceritakan orang. "Saya ingin mandi juga, Mas! siapa tahu saya semakin segar," kata Ny Kumala pada detiksurabaya.com yang baru turun dari kendaraannya, di sebelah sumber belerang, Sumenep.

Pantauan detiksurabaya.com, keberadaan sumber belerang yang berukuran 20X20 meter itu terlihat alami. Pembatas pemandian antara perempuan dan laki-laki masih seadanya. Sehingga, saat warga atau pengunjung yang mandi dan hanya menggunakan pakaian dalam terlihat jelas dari pinggir sumber.

Bahkan, bangunan hasil swadaya masyarakat itu sudah rusak dan perlu perbaikan. Padahal, pengunjung dari luar daerah cukup banyak. Layaknya, tempat wisata lain yang ada di ujung timur pulau garam Madura ini. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini