Kasmat tewas dengan kepala pecah akibat tertimpa pohon. Evakuasi mayat untuk dibawa ke Puskesmas Pacet sempat menuai kendala, sebab lokasi penebangan pohon pinus berjarak sekitar 1 kilometer dari jalan raya.
Di Puskesmas Pacet, isteri Kasmat, Jamaiyah (38), menangis sejadi-jadinya. Berkali-kali Jamaiyah menangis sembari meratapi nasib suaminya. "Aduh pak, kenapa tadi mencari kayu," kata Jamaiyah sembari menangis tersedu.
Menurut saksi mata, Juwari (42), saat itu Kasmat sedang mencari ranting pohon pinus yang sedang ditebang petugas Perum Perhutani KPH Pasuruan. "Ini pekerjaan sehari-hari, kayu itu untuk dijual," kata Juwari kepada detiksurabaya.com di Puskesmas Pacet.
Saat itu Kasmat berada di bawah pohon yang ditebang. Sebenarnya, kata Juwari, korban sudah berupaya menghindar saat pohon tumbang usai ditebang. "Namun ternyata masih ada dahan yang tersangkut dan jatuh menimpa Kasmat," kata Juwari.
Kapolsek Pacet AKP Totong Djiharto menyatakan masih menyelidiki kasus ini. Beberapa petugas Perum Perhutani sudah dimintai keterangan. "Masih kami selidiki. Tapi kesimpulan sementara karena kecelakaan," kata Totong. (bdh/bdh)











































